Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

Monday, 9 March 2020

Benci Dosanya Jangan Benci Pelakunya


Hasil gambar untuk Benci dosanya jangan orangnya
Manusia terkadang memiliki pemikiran yang negatif ketika melihat seseorang yang ketahuan berbuat dosa apalagi kalau dosanya tentang perselingkuhan, perzinahan, pembunuhan, pencurian dll, Pasti secara otomatis jiwa menghakimi mulai muncul, kita mulai menganggap orang seperti itu rendah, kita tidak lagi menganggap keberadaan mereka, parahnya lagi dosa yang mereka lakukan akan jadi buah pembicaraan dalam komunitas/perkumpulan. Dan yang lebih parahnya lagi itu adalah komunitas Kristen, atau persekutuan Kristen.
Seharusnya di persekutuan Kristen atau komunitas Kristen itu berbicara tentang Karya Yesus Kristus yang sudah menebus kita dari dosa, dan tugas kita adalah bagaimana menjangkau orang-orang seperti itu untuk mengenal Yesus sehingga mereka berbalik dari hal-hal yang tidak benar..
Bukan sebaliknya, kita menjadi media untuk menyebarkan dosa yang mereka lakukan..
Tuhan Yesus tidak pernah mengajarkan hal seperti itu, selama Tuhan Yesus dalam dunia, Dia banyak berjumpa dengan orang berdosa, tetapi Tuhan Yesus tidak pernah sekalipun menghakimi, menceritkan, atau menjauhi orang-orang tersebut, tetapi Tuhan Yesus menjangkau mereka.

Suatu saat ketika Tuhan Yesus bertemu dengan seorang wanita samaria, walaupun pada saat itu seorang Yahudi tidak bergaul dengan orang samaria apalagi wanita Samaria ini adalah seorang wanita yang kalau zaman sekarang bisa dikatakan sebagai wanita PSK, yang masih suka kumpul kebo..tetapi kita melihat apa yang Yesus lakukan? Apakah Yesus menjauhi wanita tersebut ketika bertemu, atau apakah Yesus langsung menghakimi wanita itu? Atau Yesus mengusir wanita itu karena dia seorang wanita berdosa..Tuhan Yesus tidak melakukan semua itu tetapi yang Tuhan Yesus lakukan adalah Tuhan Yesus mengatakan suatu kebenaran kepada wanita tersebut, mungkin selama ini wanita itu belum tahu, tetapi Tuhan Yesus menjelaskan begitu detail kepada wanita itu.  Kita bisa lihat, akhir dari cerita tersebut adalah wanita itu bertobat, dan ini yang harus kita garis bawahi, wanita itu menjadi saksi, wanita Itu menceritakan tentang Yesus sehingga banyak orang Samaria yang percaya kepada Yesus ( Yohanes 4:1-42)
Ini adalah sebuah kisah yang begitu menarik, kita itu seperti wanita Samaria yang dulu awalnya adalah orang berdosa, tetapi ketika kita telah mengetahui kebenaran dan ketika dosa kita diampuni, maka yang harus kita lakukan adalah menjangkau orang lain yang belum percaya kepada Yesus, yang belum tahu tentang kebenaran..
Karena bagaimana mereka percaya kalau mereka belum mendengar dan bagaimana mereka akan mendengar kalau tidak ada yang memberitahukannya (Roma 10:14).

Seharusnya kita yang mengaku sebagai orang-orang yang telah ditebus oleh Yesus harusnya melakukan hal yang sama terhadap orang-orang yang masih hidup dalam dosa, atau belum mengenal Yesus. Kita benci dosa yang mereka lakukan tapi jangan sampai kita benci terhadap orang tersebut apalagi sampai menceritakan dan menghakimi orang tersebut. Karena jika kita masih suka menghakimi, masih suka menjadikan dosa orang lain sebagai bahan cerita, maka yang seharusnya bertobat adalah kita sendiri.
 Tuhan Yesus benci dengan dosa, tetapi Tuhan Yesus tidak benci atau menjauhi orang yang berbuat dosa, karena Tuhan Yesus tahu, bahwa misi Tuhan Yesus datang ke dunia adalah untuk mencari dan menyelamatkan yang berdosa.


Renungkanlah!!

Tuesday, 11 February 2020

Memberi dengan tulus dan motivasi yang benar maka Tuhan tau kapan akan membalasnya..

                Memberi tidak akan pernah membuat seseorang menjadi kekurangan atau jatuh miskin,
Karena jika seseorang mempunyai hati untuk selalu memberi maka berkat Tuhan akan selalu dipercayakan kepadanya.
Tetapi satu hal yang harus kita ingat yaitu motivasi kita saat memberi.

Memberi bukan supaya kita dipuji orang lain, memberi bukan supaya kita akan diberkati. Akan tetapi kita memberi karena Tuhan sudah memberkati kita, kita memberi karena hati yang tergerak belas kasihan.

Baca Juga

                Saat kita mempunyai motivasi yang benar dalam memberi, Tuhan tahu kok, dan Tuhan akan selalu mencurahkan berkatnya bagi orang-orang yang mempunyai hati untuk selalu memberi..
TUHAN AKAN MEMPERCAYAKAN BERKATNYA YANG MELIMPAH KEPADA ORANG YANG SUKA MEMBERI, KARENA TUHAN TAHU BERKAT TERSEBUT AKAN DIPAKAI UNTUK MEMBERKATI ORANG LAIN..AMIN/ Nusye Bastov Manuputty

Takan berkekurangan orang yang takut akan Tuhan


Daud pernah berkata dalam mazmurnya bahwa selama ia hidup, ia tidak pernah melihat orang benar yang takut akan Tuhan ditinggalkan atau anak cucunya meminta-minta. 
Mungkin pada saat Daud mengatakan seperti itu dia tidak melakukan riset secara keseluruhan akan tetapi Daud berani berkata seperti itu karena Daud yakin Tuhan yang dia sembah adalah Tuhan yang besar yang tidak akan pernah meninggalkan anak-anakNya. Bahkan dalam Firman Tuhan, Tuhan sendiri telah mengatakannya bahwa Tuhan akan melimpahkan berkat bagi orang-orang yang hidup takut akan Tuhan (Ulangan 28:1-14

Firman Tuhan juga dalam Mazmur ini sudah sangat jelas bahwa tidak akan berkekurangan orang yang takut akan Tuhan,
Hidup takut akan Tuhan adalah hidup yang sesuai dengan Firman Tuhan, melakukan setiap perintah Tuhan dan menjauhi segala laranganNya.
Saat kita melakukan apa yang Tuhan kehendaki, maka Firman Tuhan itu akan tergenapi dalam hidup kita.

DALAM JANJI TUHAN ADA TERKANDUNG PERINTAH, SAAT PERINTAH ITU DILAKUKAN MAKA JANJI ITU AKAN TERGENAPI. AMIN/ Nusye Bastov Manuputty


Kuasa Tuhan menjadi sempurna dalam kelemahan kita..

ketika kita lemah maka kita kuat, kedengarannya mungkin agak aneh, dan mungkin kita akan bertanya, bagaimana bisa?
Akan tetapi Firman Tuhan mengatakan bahwa saat kita lemahlah, Kuasa Tuhan akan menjadi sempurna dalam kehidupan kita, artinya kekuatan dari pada Tuhan akan memampukan kita, dan membuat kita menjadi orang yang kuat dan kita akan merasakan bagaimana kuasa Tuhan dinyatakan dalam hidup kita.

Kalau saat ini kita dalam pergumulan yang besar; sakit penyakit, masalah ekonomi, masalah keluarga, masalah pekerjaan atau apapun itu..ingatlah bahwa lewat masalah tersebut Tuhan ingin menyatakan kuasaNya.
Kuncinya maukah kita menyerahkan semuanya kepada Tuhan? Dan kita harus mengakui bahwa kita adalah manusia yang lemah.
saat kita menyerahkan semua kepada Tuhan, maka kuasa Tuhan akan menjadi sempurna dalam kehidupan kita..
KELEMAHAN KITA MEMBUAT TUHAN AKAN TURUN TANGAN MEMBERI KEKUATAN SAAT KITA MENYERAHKAN, DAN MENGAKUI BAHWA KITA ADALAH MANUSIA YANG LEMAH TANPA TUHAN..
AMIN/ Nusye Bastov Manuputty


Kedamaian sejati hanya di dalam Yesus..

Semua orang, siapapun dia pasti mau hidup damai, mau hidup bahagia dan tidak banyak orang akan melakukan hal-hal yang disukainya agar mendapatkan kedamaian.
Tetapi kedamaian yang dunia berikan adalah kedamaian sementara, yang hanya membuat pikiran dan hati kita merasa tenang hanya sementara saja, akan tetapi ketika masalah datang, maka damai itupun hilang..

Akan tetapi di dalam Yesus ada jaminan kedamaian yang tidak akan pernah hilang, kedamaian kekal, bahkan walaupun hanya banyak masalah disekitat kita tidak akan mempengaruhi kita, karena dikatakan bahwa kedamaian yang Yesus berikan akan memelihara pikiran dan hati kita. Sehingga hati dan pikiran kita akan tenang walaupun banyak masalah.

DAMAI YANG TUHAN BERIKAN TIDAK AKAN TERPENGARUH OLEH KONDISI, ATAU APAPUN YANG TERJADI DI SEKITAR KITA, KARENA DAMAI YANG TUHAN BERIKAN ADALAH DAMAI YANG KEKAL, JIKA KITA MAU TETAP HIDUP DALAM YESUS. AMIN/ Nusye Bastov Manuputty

Berserulah! Tuhan mendengarkanMu..

Satu pernyataan yang akan mengawali renungan kita saat ini
" yang merasa dekat dengan Tuhan, pasti akan berseru kepada Tuhan bukan kepada yang lain, dan Tuhan akan dekat kepada orang yang berseru kepadaNya"

Hubungan kita dengan Tuhan seperti bapak dengan anak, ini merupakan suatu hubungan yang paling akrab dan sangat dekat,
Sebagai anak, kita akan tetap bersandar kepada Bapa kita, kita akan terus menaruh harapan kita kepada Dia, kita akan tetap selalu berseru kepada Dia dalam keadaan apapun.
Pada saat kita berseru kepada Tuhan, maka Tuhan akan selalu dekat dengan kita, Tuhan gak akan meninggalkan anak-anakNya yang berseru kepadaNya.
Dan yang paling penting adalah berseru dalam kesetiaan artinya dalam keadaan apapun kita akan tetap berseru kepada Tuhan bukan kepada yang lain. AMIN /Nusye Bastov Manuputty

Pengikut Yesus harus mengasihi musuh!

Banyak tokoh di dunia ini yang perkataannya gak sesuai dengan tindakan,
Seperti: orang yang selalu berceramah mengenai pernikahan, agar tetap menjaga pernikahan, tapi malah keluarganya berantakan, malah harus bercerai dengan pasangannya, orang yang selalu memberi motivasi agar tetap bangkit dalam kegagalan, malah dia sendiri yang depresi saat menghadapi kegagalan..banyak contoh di sekitar kita, tokoh-tokoh besar yang perkataan/ajaran yang tidak sesuai dengan perbuatan.

Akan tetapi satu-satunya tokoh dalam sejarah manusia yang perkataan/ajaran yang sesuai juga dengan perbuatannya hanya Yesus.
Salah satunya dalam ayat ini, Yesus mengajarkan kepada murid-muridnya dan juga kita orang yang percaya kepadaNya, agar kita mengasihi musuh kita dan berbuat baik kepada mereka.
Dan kita tahu bahwa Yesus sendiri sudah memberikan contoh kepada kita, pada saat Yesus di ludah, dicambuk, dipukul, bahkan harus sampai mati, tidak pernah Yesus membalas atau mengeluarkan kata" kebencian, yang Yesus keluarkan adalah pengampunan..

Ketika Yesus melakukan itu, Yesus ingin agar pengikut-pengikutnya yaitu kita orang-orang yang percaya kepadaNya melakukan hal yang sama, agar lewat kehidupan kita, orang akan melihat Yesus dalam diri kita, karena kita melakukan apa yang Yesus katakan..
amin/ Nusye Bastov Manuputty

Berjalan dalam terang bersama Yesus

Kegelapan membuat kita tidak bisa melihat orang di sekitar kita, kegelapan membuat kita tidak bisa melihat jalan/arah sehingga bisa membuat kita tersesat.
Dan dunia sekarang sedang penuh dengan kegelapan, bukan karena tidak ada cahaya atau listrik, tetapi dosalah yang membuat dunia ini penuh dengan kegelapan.
Banyak pengajaran-pengajaran yang menuntun orang kepada kesesatan.

Kegelapan dunia akibat dosa membuat kita hilang arah, membuat kita masuk ke dalam lubang kebinasaan.

Semua kita pasti tidak mau hilang arah, tersesat bahkan terjerumus ke dalam kebinasaan. Semua kita pasti ingin jalan dalam terang, hanya ada satu jalan yaitu Yesus Kristis, karena sangat jelas Yesus mengatakan bahwa Yesus adalah terang dunia, dan setiap orang yang mengikuti Dia tidak akan berjalan dalam kegelapan.

Ketika kita mengaku bahwa kita mau mengikut Yesus, kita juga harus siap mengikuti apa yang Yesus perintahkan, apa yang Yesus teladani, sehingga kita akan tetap dalam terang, kegelapan tidak akan melingkupi kita..amin/ Nusye Bastov Manuputty

Selagi Masih ada Kesempatan berbuat baiklah!!!


Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.
Galatia 6:10

Manusia hidup di dunia ini sangat singkat, 70-80 tahun kata pemazmur,
Itupun kalau kita bisa hidup sampai di usia itu.
Kehidupan di dunia yang singkat ini, mau kita gunakan untuk apa? Dan apakah kita mau dikenang selama kita hidup sebagai orang baik atau orang jahat? Pilihan di tangan kita? Tapi semua pasti menginginkan ketika mati, dia di kenang sebagai orang baik.
Oleh sebab itu Paulus mengatakan dalam suratnya bahwa selama masih ada kesempatan, selama kita masih hidup marilah kita berbuat baik kepada semua orang,
Kata semua orang berarti mencakup semua, bukan hanya berbuat kepada orang yg kita kenal/ berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kita melainkan berbuat baik kepada semua orang.
Akan tetapi yang terutama kepada orang-orang seiman.
Kenapa? Karena jangan kita katakan "saya mau berbuat baik kepada semua orang" tetapi dalam lingkungan seiman sja, kita masih enggan untuk berbuat baik..

Perbuatan baik sekecilapapun yang bisa kita lakukan, lakukanlah karena kita tidak tahu bahwa kebaikan yang kita berikan kepada orang tersebut itu sangat bermanfaat bagi orang tersebut.
Jangan pernah jemu-jemu berbuat baik, pakailah kesempatan, selama kita masih hidup, jadilah berkat bagi sesama kita...
KIRANYA KEBAIKAN KITA TERPANCAR KEPADA SEMUA ORANG DAN ORANG LAIN AKAN BERKATA ADA YESUS DALAM KEHIDUPAN KITA../Nusye Manuputty (Malang)

Monday, 10 February 2020

Berserah atau pasrah?

Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak; (Mazmur 37:5)

Berserah berbeda dengan pasrah, berserah konotasinya positif, lebih optimis sedangkan pasrah lebih ke pesimis.
Orang yang berserah dengan orang pasrah tentulah berbeda, jika seseorang berserah ada hal yang dilakukannya, kemudian dia menyerahkan semua itu ke dalam tangan Tuhan sedangkan orang yang pasrah adalah orang yang pasif, tidak melakukan apa-apa, pasrah kepada keadaan, kondisi dan unjung-ujungnya mengatakan "udahlah mungkin ini takdirku".

Ketika kita pasrah sama halnya dengan kita tidak percaya akan kuasa Tuhan yang mampu membalikkan keadaan kita, tetapi jika kita berserah, berarti kita percaya kepada Tuhan, karena kita percaya maka kita menyerahkan kehidupan kita ke dalam tangan Tuhan, karena kita tahu Tuhanlah yang mempunyai kehidupan ini.

Firman Tuhan mengatakan bahwa jika kita berserah dan percaya maka Tuhan akan bertindak, itu berarti kita melakukan bagian kita, kita serahkan semua ke Tuhan dengan penuh kepercayaan maka Tuhan akan melakukan bagianNya, Tuhan akan bertindak menolong kita..

Pertanyaannya, akankah kita menjadi orang yang berserah atau pasrah?
Renungkanlah itu dalam kehidupan pribadi kita masing-masing..
Amin..-;Nusye Manuputty (Malang)

Thursday, 6 February 2020

Menghakimi adalah Tugas Tuhan,,bukan kita...

Gambar mungkin berisi: bunga dan alam, teks yang menyatakan 'Kata Yesus: "Aku datang ke dalam dunia untuk menghakimi, supaya barangsiapa yang tidak melihat, dapat melihat, dan supaya barangsiapa yang dapat melihat, menjadi buta." Yohanes 9:39'
Nusye B Manuputty

Kata Yesus: “Aku datang ke dalam dunia untuk menghakimi, supaya barangsiapa yang tidak melihat, dapat melihat, dan supaya barangsiapa yang dapat melihat, menjadi buta.”
Yohanes 9:39
Jika kita melihat ayat ini saja tanpa melihat konteks dari ayat ini, pasti kita tidak akan mengerti apa maksud dari perkataan Yesus tersebut.
Perkataan ini sungguhlah keras, Yesus mengatakan hal ini untuk orang-orang Farisi pada saat itu, yang menganggap diri paling benar, dan tidak berdosa, sehingga mereka dengan mudah menghakimi sesama mereka, termasuk orang buta yang disembuhkan Yesus pada hari sabat. Ketika Yesus menyembuhkan orang buta tersebut, orang" Farisi tidak percaya dan mulai bertanya kepada orang buta tersebut siapakah yang menyembuhkan dia, dan orang buta tersebut menjawab Yesus yang menyembuhkan, dan mulailah terjadi perdebatan antara orang" Farisi dan orang buta yang disembuhkan itu.
Dan akhirnya orang" Farisi itu mengusir dia sambil berkata " kamu itu lahir sama sekali dalam dosa, dan hendak mengajarkan kami?"
Karena perkataan dan perlakuan orang-orang Farisi inilah.. sehingga Yesus mengatakan hal tersebut, maksud dari ayat ini adalah, Yesus ingin mengatakan bahwa hanya Yesus yang bisa menghakimi, dan Yesus datang untuk menyelamatkan yang berdosa, tetapi orang" Farisi ini menganggap bahwa mereka itu orang benar, sehingga Yesus mengatakan barangsiapa yang tidak melihat dapat melihat dan barangsiapa yang melihat menjadi buta.
Aplikasinya buat kita adalah, kita semua adalah orang berdosa, dan kita harus mengakui itu di hadapan Tuhan, bahwa kita adalah orang-orang berdosa yang telah ditebus oleh Yesus, oleh sebab itu kita tidak mempunyai hak untuk menghakimi sesama kita

dikasih untuk mengasihi

Gambar mungkin berisi: bunga dan alam, teks yang menyatakan 'Kata Yesus: "Aku datang ke dalam dunia untuk menghakimi, supaya barangsiapa yang tidak melihat, dapat melihat, dan supaya barangsiapa yang dapat melihat, menjadi buta." Yohanes 9:39'
Nusye B Manuputty

Kata Yesus: “Aku datang ke dalam dunia untuk menghakimi, supaya barangsiapa yang tidak melihat, dapat melihat, dan supaya barangsiapa yang dapat melihat, menjadi buta.”
Yohanes 9:39

Jika kita melihat ayat ini saja tanpa melihat konteks dari ayat ini, pasti kita tidak akan mengerti apa maksud dari perkataan Yesus tersebut.
Perkataan ini sungguhlah keras, Yesus mengatakan hal ini untuk orang-orang Farisi pada saat itu, yang menganggap diri paling benar, dan tidak berdosa, sehingga mereka dengan mudah menghakimi sesama mereka, termasuk orang buta yang disembuhkan Yesus pada hari sabat. Ketika Yesus menyembuhkan orang buta tersebut, orang" Farisi tidak percaya dan mulai bertanya kepada orang buta tersebut siapakah yang menyembuhkan dia, dan orang butarsebut menjawab Yesus yang menyembuhkan, dan mulailah terjadi perdebatan antara orang" Farisi dan orang buta yang disembuhkan itu.
Dan akhirnya orang" Farisi itu mengusir dia sambil berkata " kamu itu lahir sama sekali dalam dosa, dan hendak mengajarkan kami?"
Karena perkataan dan perlakuan orang-orang Farisi inilah.. sehingga Yesus mengatakan hal tersebut, maksud dari ayat ini adalah, Yesus ingin mengatakan bahwa hanya Yesus yang bisa menghakimi, dan Yesus datang untuk menyelamatkan yang berdosa, tetapi orang" Farisi ini menganggap bahwa mereka itu orang benar, sehingga Yesus mengatakan barangsiapa yang tidak melihat dapat melihat dan barangsiapa yang melihat menjadi buta.
Aplikasinya buat kita adalah, kita semua adalah orang berdosa, dan kita harus mengakui itu di hadapan Tuhan, bahwa kita adalah orang-orang berdosa yang telah ditebus oleh Yesus, oleh sebab itu kita tidak mempunyai hak untuk menghakimi sesama kita.

Tuesday, 26 September 2017

Renungan : Bersyukur ( 1 Tesalonika 5 : 17 )


Judul : Bersyukur
Teks : 1 Tesalonika 5 : 17
Hasil gambar untuk bersyukur
Penulis : Nusye Manuputty

Kita bisa belajar dari Rasul Paulus. Meskipun jasmaninya semakin hari semakin merosot, tetapi rohaninya justru semakin kuat (4:16). Salah satu rahasianya adalah karena Paulus hidup penuh syukur. Hati yang bersyukur adalah tanda orang percaya (4:15) yang membangkitkan kuasa besar dalam kehidupan Kristen. Mengapa? Karena dengan selalu bersyukur kita memperoleh kekuatan yang terus-menerus mengalir, yang memberi hidup berkelimpahan. Seseorang yang hatinya penuh ucapan syukur berarti dia sedang menyaksikan bahwa hidupnya adalah hidup yang tidak berkekurangan. Ada orang yang secara luar hidupnya terlihat berkelebihan dibandingkan orang lain, namun ternyata memiliki hati yang selalu bersungut-sungut, selalu merasa kurang dengan hidupnya. Tetapi Paulus, meskipun hidup pas-pasan, bahkan kekurangan tetapi justru memperkaya dan menjadi berkat bagi banyak orang.

Bersyukur dalam segala hal itulah yang dikehendaki Firman Tuhan, kita jangan hanya bersyukur pada saat keadaan kita baik-baik saja, saat keuangan kita normal, kesehatan kita baik, karena dengan begitu orang yang tidak kenal Tuhan pun bisa bersyukur, yang dikehendaki Tuhan adalah kita bersyukur dalam segala hal,dalam segala keadaan, baik susah maupun senang.

Ingat bahwa tidak ada alasan untuk kita tidak bisa bersyukur, Tuhan selalu memebrikan kasihNya kepada kita setiap waktu, dan kasih-Nya Selalu baru dalam kehidupan kita, akan tetapi yang mebuat kita tidak bisa bersukur adalah karena kita selalu membandingkan diri kita dengan orang lain, kita tidak pernah merasa puas dengan apa yang kita miliki.

Milikilah hati yang selalu bersyukur dengan apa yang Tuhan percayakan kepada kita.

Amin



Thursday, 3 August 2017

Renungan : Tangan Tuhan Yang Menopang ( Yosua 1: 5 )

Tangan Tuhan Yang Menopang
Yosua 1 : 5
“ Seorangpun tidak akan dapat bertahan menghadapi engkau seumur hidupmu; seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau ; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.”
Setelah Kematian Musa ,Yosua lah yang ditunjuk menggantikan Musa untuk memimpin bangsa Israel ke tanah perjanjian,secara fisik dan mental mungkin Yosua belum siap karena kalau kita baca dalam ayat-ayat selanjutnya bagaimana Tuhan selalu berkata kepada Yosua agar Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu (ayat 6,7,9 ) Tuhan terus mengatakan hal itu berulang-ulang kepada Yosua, tetapi bagaimana Tuhan memberi jaminan kepada Yosua bahwa Tuhan akan menyertai Yosua sama seperti Tuhan menyertai Musa , kemanapun Yosua pergi dan apapun yang Yosua lakukan akan di perbuat berhasil ( ayat 7 ) .
Apakah saat ini juga kita merasakan hal yang sama ,saat kita harus menghadapi sesuatu yang besar ,atau mungkin kita di percayakan sesuatu yang besar dalam hal pekerjaan , sekolah , atau dalam hidup bermasyarakat  dan secara fisik dan mental mungkin kita belum terlalu siap , jadi menjadi lemah terlebih dahulu sebelum menghadapi semuanya ,mungkin kita mau mundur karena itu terlalu sulit ,tetapi ingat bahwa bagi kita orang-orang yang percaya kepada Tuhan , bahwa Tuhan akan selalu menyertai kita ,tangan Tuhan selalu menopang kita ,jadi kita tidak perlu takut,kita tidak perlu mundur ,kita tidak perlu kecut , Tuhan akan membuat berhasil apapun yang kita kerjakan atau lakukan asalkan kita tetap berada dalam rel kebenaran ,kita tidak menyimpang ke kiri dan ke kanan seperti yang dikatakan Tuhan kepada Musa ( ayat 7) kita tetap bersandar kepada Tuhan dan mentaati apa yang dikatakan Tuhan .
Seperti halnya dengan Yosua dan bangsa Israel pada saat mereka tetap taat kepada Tuhan ,Tuhan membuat berhasil ,bagaimana tangan Tuhan menyertai mereka sehingga mereka bisa mengalahkan orang-orang Yerikho yang begitu kuat ,yang secara logika itu tidak mungkin ,tetapi pada saat mereka tidak taat kepada Tuhan ,mereka menyimpang dari kebenaran ,yang mereka dapatkan adalah kekalahan melawan bangsa Ai yang tidak begitu kuat seperti orang-orang Yerikho ,tetapi itulah konsekuensi yang harus diterima .
Begitupun dengan kita ,pada saat kita tetap taat ,kita tetap berjalan sesuai dengan apa yang Tuhan kehendaki maka hal sebesar apapun, atau sesuatu yang kelihatannya mustahil dapat kita lakukan,dapat kita lalui bersama Tuhan . Misalnya kita di berikan tanggung jawab yang besar dalam hal pekerjaan,lakukanlah itu dengan takut akan Tuhan maka Tuhan akan membuat segala sesuatu yang kita lakukan berhasil jangan pernah menyimpang dari jalan Tuhan.
Tuhan selalu menepati janjinya untuk menyertai kita ,tetapi terkadang kitalah yang mengingkari janji,kita mungkin sering menyimpan dari kebenaran ,tetapi Firman Tuhan pada saat ini dapat membuat kita sadar bahwa jika kita tetap berada dalam kebenaran maka apapun yang kita perbuat akan di buat Tuhan berhasil..
Aminn.



Tuesday, 25 July 2017

Renungan : Tabur Tuai ( Kejadian 8 :22 )

TABUR TUAI
Kejadian 8 : 22
“Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam."
Image result for menabur

Selama kita masih hidup tidak pernah terlepas dari namanya tabur tuai,Allah mengatakan kepada Nuh pada saat itu ,karena zaman Nuh banyak orang yang berbuat kejahatan dan akibat dari kejahatan itu mereka dimusnahkan,sedangkan Nuh dan keluarganya diselamatkan oleh Allah karena hanya Nuh yang hidup benar dan takut akan Tuhan.
Tabur tuai bukan hanya berbicara mengenai memberi dan menerima dalam hal ini mengenai materi, tetapi tabur tuai juga berbicara mengenai perbuatan / kehidupan kita sehari-hari.

Apa yang di tabur itulah yang dituai.
Kita bebas menabur tetapi kita tidak bebas untuk memilih tuaiannya , “Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.” ( Galatia 6:7b ) seperti apa yang dilakukan pada zaman Nuh ,orang-orang pada saat itu menabur kejahatan dan yang mereka terima adalah kematian secara jasmani dan bukan hanya secara jasmani melainkan secara rohani ,berbeda dengan Nuh dan keluarganya mereka menabur hidup yang benar dan takut akan Tuhan sehingga merekalah yang diselamatkan.
Bagaimana dengan kita ? apa yang kita tabur sekarang ,apakah hidup yang bertentangan dengan Firman Tuhan atau hidup yang sesuai dengan Firman Tuhan.
Saat kita menabur hidup yang tidak benar,Alkitab dengan jelas mengatakan dalam Amsal 22;8 “Orang yang menabur kecurangan akan menuai bencana, dan tongkat amarahnya akan habis binasa. “. Kita semua pasti tidak mau mendapatkan bencana dan mengalami kebinasaan bukan hanya di dunia ini saja melainkan nanti setelah kita mati ,jika hidup kita tidak benar atau tidak sesuai dengan Firman Tuhan maka kita akan mengalami kebinasaan kekal,memang manusia tidak diselamatkan karena perbuatan baik tetapi orang yang mengaku percaya kepada Yesus seharusnya melakukan juga apa yang diajarkan Yesus ,yaitu perbuatan yang benar yang sesuai dengan Firman Tuhan .
Kita tidak mau kan seperti orang-orang yang pada zaman Nuh yang hidupnya tidak takut akan Tuhan bahkan Alkitab mengatakan bahwa mereka sangat jahat ,kenapa hidup mereka bisa seperti itu ? karena mereka tidak percaya kepada Allah ,tetapi Nuh dan keluargannya percaya kepada Allah sehingga mereka menjaga kehidupan yang benar ,begitupun dengan kita ,kalau sampai saat ini hidup kita masih sesukanya sendiri,masih melakukan kejahatan kita sama halnya dengan orang-orang yang tidak percaya kepada Allah, dan kita tahu apa yang akan kita tuai jika hidup kita seperti itu ?


Bukan hanya antara hubungan kita dengan Allah tetapi juga sesama kita , terkadang kita mau semua orang peduli sama kita tetapi kita sendiri tidak peduli dengan orang lain, Matius 7 : 22  "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka.” .  

Amin