Showing posts with label Kotbah. Show all posts
Showing posts with label Kotbah. Show all posts

Thursday, 6 February 2020

CINTA ITU BUTA (Hosea 1:2, 3:1-2)

CINTA ITU BUTA
(Hosea 1:2, 3:1-2)
Hasil gambar untuk cinta itu buta
Cinta itu buta merupakan sebuah istilah yang tidak asing lagi, kenapa dikatakan sich cinta itu buta, karena cinta itu membutakan segala sesuatu: ada yang men jalin hubungan beda usia yang cukup jauh, ada wanita cantik (bule) yang menikah dengan pria biasa” saja, ada wanita dari kalangan raja yang mau menikah dengan seorang pria dari rakyat biasa, inilah cinta, bahkan ada yang mau menikahi seorang wanita pelacur, Semuanya karena cinta.
Dalam Alkitab ada sebuah kisah yang menarik tentang suatu hubungan yaitu kisah Hosea dan Gomer, Hosea adalah seorang nabi, dan dia disuruh oleh Tuhan untuk menikahi seroang wanita pelacur...Hosea harus mencintai seorang wanita pelacur, bahkan ketika sudah di ambil menjadi Istri, Gomer bahkan kembali menjadi wanita pelacur, dan Hosea harus kembali menebus Gomer, ini adalah suatau gambaran cinta Tuhan kepada manusia...
Ada 3 hal yang ingin saya bagikan dari kisah ini, yaitu bagaimana cara pandang kita:
·         Cara pandang kita kepada Allah:
ü  Dari kisah ini kita akan lebih tahu dan mengerti bahwa Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang penuh kasih (agape), terobsesi___melakukan berbagai cara..... untuk mengasihi (mau menjadi manusia agar manusia diselamtkan)
ü  Tuhan mengasihi kita saat kita dalam keadaan berdosa, karena Tuhan datang untuk mencari dan menyelamatkan yang berdosa (Lukas 5:32) lewi pemungut cukai, orang zelot, wanita pelacur, bahkan Yudas diberi kesempatan.
ü  Tuhan selalu memberi ksempatan buat kita untuk berbalik (1 Yoh 1:9)
·         Cara pandang kita kepada sesama
ü  Dari kisah ini kita akan mengubah cara pandang kita kepada sesama, terkadang kita akan mudah menghakimi, kita merasa hidup kita lebih baik dari orang lain, (jangan kita mengahkimi orang lain, hanya karena dosanya beda dengan kita ( Yoh 8:2-11)
ü  Pertanyaan bagi kita apa yang akan ita lakukan saat ada seorang wanita pelacur datang beribadah di gereja) kita, pasti kita akan menganggap rendah orang tersebut, kita akan menjauhi dia. Seharusnya kita mencotohi teladan Tuhan Yesus, yang mau menjangkau orang-orang seperti itu.
ü  Kita membenci dosanya, bukan orangnya (Yudas 1:23) C. S. Lewis membantu saya dalam menjawab kebingungan saya ini, dia mengatakan: Ada satu orang di dunia ini yang kamu sangat benci dosa-dosanya, tetapi entah mengapa kamu tidak dapat membenci pelaku dosanya. Orang tersebut adalah dirimu sendiri.” Seprti Tuhan, yang membenci dosa kita, bukan kita.
·         Cara pandang kita kepada diri sendiri
ü  Kita harus mengakui bahwa kita semua adalah orang berdosa( 1 Yoh 1:8), akan tetapi kita telah menerima pengampunan dosa itu karena Tuhan begitu mengasihi kita. Tuhan begitu peduli dan sayang sama kita, jadi kita juga harus sayang sama diri kita dalam hal ini jangan biarkan diri kita diperbudak oleh dosa, jangan biarkan tubuh kita melakukan hal-hal yang tidak baik. Ilustrasi: orang tua sayang sama kita, membelikan mainan, eh malah dirusakin..
ü  Kita harus sadar bahwa Tuhan sudah menebus kita jangan mau kita di intimidasi oleh Iblis, (iblis akan selalu mengatakan kita gak layak, dll.) tetapi ingat bahwa pengorbanan Tuhan telah membuat kita layak, bahkan kita diangkat menjadi anak.
ü  Kita harus menyadari bahwa Tuhan begitu mengasihi kita (jangan ada masalah, kita mempertanyakan apakah Tuhan mengasihi saya?) seharusnya kita harus tanyakan dalam diri kita sendiri apakah sayang mengasihi Tuhan?
Sesuai dengan judul khotbah saya bahwa cinta itu buta (dalam artian yang positif), Tuhan itu mencitai kita dengan segala kekurangan kita, Tuhan mau menerima kita pada saat kita berdosa. 

Tuesday, 10 September 2019

khotbah Bertumbuh dalam Pengenalan akan Allah



Bertumbuh dalam Pengenalan akan Allah
Text : Yoh. 17:3; Mat. 22:37-38; Yoh. 14:10-12

Pendahuluan:
Semua orang pasti rindu bertumbuh. Ada banyak orang yang ingin sekali bisa bertumbuh tapi mereka tidak tahu bagaimana caranya bisa bertumbuh.
Tiga hal untuk bertumbuh dalam pengenalan yang benar akan Allah :
1.   Mengenal Allah (Yoh. 17:3)
ü  Untuk bisa bertumbuh, yang pertama kita perlu mengenal Allah. Karena kalau kita tidak mengenal Dia, kita tidak bisa dekat sama Tuhan. Kita tidak bisa tahu siapa Allah kita sebelum kita mengenal Dia. Karena itu sangat penting bagi kita untuk mengenal Dia. Kalau kita tidak mengenal Allah, kita tidak bisa betul-betul percaya kepada Tuhan. Bagaimana kita bisa percaya kepada pribadi/seseorang yang tidak kita kenal?
ü  Pengenalan akan dimulai ketika kita menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. (Yoh. 14:6).
2.      Mengasihi Allah ( Mat. 22:37-38)
ü  Setelah kita sudah memiliki itu kita bisa melanjutkan pengenalan kita akan Allah dengan mengasihi Allah. Orang Indonesia punya pepatah "tak kenal maka tak sayang'. Jadi kalau kita tidak mengenal Allah, kita tidak bisa mengasihi Allah. Makin kita mengenal Allah, makin kita mengasihi Allah. Jadi langkah pertama itu penting sekali, mengenal dulu baru kita mengasihi. Semakin mengenal semakin mengasihi.
ü  Mengasihi Bapa merupakan hal yang paling penting karena merupakan hukum yang terbesar. Di dalam Firman Tuhan dikatakan hukum yang terbesar, yang terutama itu adalah kasihi Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap pikiranmu, segenap jiwamu, segenap kekuatanmu. Artinya dengan segenap keberadaan saudara, kasihilah Tuhan!
3.      Melayani Allah (Yoh. 14:10-12)
ü  Langkah yang ketiga namanya melayani. Kalau pelayanan itu adalah hasil dari kasih kita kepada Tuhan, pelayanan kita pasti dahsyat. Pelayanan kita akan menghasilkan buah, menghasilkan dampak. Gawatnya banyak orang percaya yang membalik langkah-langkah ini. Mereka tidak mengenal Allah dulu. Tidak mengasihi Allah dulu. Begitu mereka masuk gereja, disuruh melayani dulu. Mereka melayani tapi pelayanannya bukan hasil dari kasih. Akibatnya ketika menghadapi persoalan dan tantangan mereka pun mundur. Tadinya aktif melayani tapi sekarang tidak melayani lagi.
ü  Mungkin selama ini kita berpikir kalau pelayanan itu adalah kita melakukan sesuatu untuk Tuhan. Ternyata bukan! Pelayanan itu adalah seperti yang tertulis di dalam Yohanes 14:10. Itu yang Yesus lakukan. Yesus itu adalah contoh untuk hidup kita. Yesus melayani bukan dengan Dia melakukan sesuatu buat Bapa. Bukan! Dia berkata begini, "Apa yang Aku dengar dari Bapa, itu yang Aku katakan. Apa yang Aku lihat Bapa lakukan, itu yang Aku lakukan." Dengan perkataan lain Dia berkata begini, "Bapalah yang melakukan pekerjaan Nya di dalam Aku." Jadi pelayanan yang dahsyat itu bukan kita melakukan sesuatu untuk Tuhan melainkan Tuhan yang melakukan sesuatu melalui kita. Itu pelayanan yang dahsyat!
Kesimpulan:
Bertumbuh dalam pegenalan akan Allah adalah hal yang sangat penting bagi setiap orang percaya, tanpa pengenalan yang benar maka kita akan memiliki pemahaman yang salah, dan tidak mencapai tujuan Tuhan dalam hidup kita. Cara kita bertumbuh adalah dengan cara mengenal Allah terlebih dahulu baru kemudian kita biasa mengasihi Allah dan ketika kita mengasihi Allah, maka kita kan melayani Dia dengan kasih.


TUHAN YESUS MEMBERKATI



Wednesday, 28 August 2019

Contoh Khotbah Pragmatis: Ikuti aku! I Petrus 5:3



 Ikuti aku! I Petrus 5:3

Mendapat kesempatan untuk menjadi seorang pemimpin tentu merupakan sebuah kesempatan yang sangat menyenangkan. Banyak hal dan pengalaman yang akan didapatkan oleh seseorang apabila ia menjdi seorang pemimpin. Memang hal ini tidak berlaku bagi semua orang, tetapi mereka yang memiliki bakat dan minat dalam hal ini akan setuju dengan prnyataan ini. Bisa mempegaruhi dan memberikan teladan kepada orang lain dan dilakukan itu adalah hal yang sesuatu banget. Tapi untuk mereka yang tidak memiliki minat dalam hal ini akan menganggap hal ini sebagai suatu beban yang sangat berat. Yang menjadi permasalahannya adalah dewasa ini, pemimpin-pemimpin yang ada hanya mau memimpin (menyuruh dan memerintah  saja) tanpa mau melakukan apa yang diperintahkannya. Jika hal ini terus dilakukan maka pepatah Jawa: Jarkoni (isa ngajar ora isa ngelakoni) berlaku bagi pemimpin itu. Lalu apakah yang harus kita lakukan terhadap pemimpin yang tidak dapat menjadi teladan?  

Jalan Keluar yang diusulkan:
·         Dengarkan saja perintahnya
Bila pemimpin kita menyuruh kita untuk melakukan sesuatu, sebagai seorang bawahan, hal yang harus dilakukan hanyalah menaatinya. Yaa walaupun itu bukan merupakan satu hal yang mudah untuk dilakukan. Setiap orang dengan egonya masing-masing akan mengatakan “siapa sih lo, enak banget nyuruh-nyuruh mulu”. Sebenarnya reflek setiap orang ketika mendengar suatu perintah yang secara khusus ditujukan kepadanya pasti akan dengan alaminya mendengarkan dengan sungguh-sungguh. Walaupun mungkin terkesan tidak sungguh-sungguh dalam mendengarkannya, tapi itu hanyalah casingnya saja. Karena setiap orang yang mendapat suatu perintah atau mandat akan merasa bertanggung jawab atas perintah tersebut. Selain daripada itu, saat kita mendengarkan perintah pemimpin kita, kita akan diberi label sebagai orang yang baik, karena mau mendengarkan perintah orang lain. Dengan demikian, adalah sebuah hal yang baik bila kita mau mendengarkan perintah orang lain dengan sugguh-sungguh.
·         Lakukan perintahnya tanpa berpikir macam-macam karena pikiran itu pasti membuat kita untuk tidak melakukannya
Manusia biasanya melakukan apa yang sedang ada dipikirannya. Manusia biasanya melakukan apa yang menurutnya menyenangkan dan yang mudah diterima di pikiran. Suatu perintah baru yang diterima seseorang biasanya akan diproses terlebih dahulu dengan kesadaran. Tetapi apabila seseorang memikirkan perintah itu dengan waktu yang cukup lama dan mempertimbangkan terlalu lama, akan memancing seseorang untuk berpikir lebih keras. Berpikir keras yang dimaksud adalah berpikir siapa yang menyuruh, apa yang diperintahkan dan apa manfaatnya bagi saya yang mengerjakan.
Bila kita berpikir demikian, kita akan ingat bahwa pemimpin itu tidak melakukan apa yang diperintahkannya juga, maka ia tidak akan mau melakukannya. Padahal kalau kita tidak melakukannya kita juga akan membuat diri sendiri menjadi malas dan membunuh inisiatif kita. Jika tidak ada hal yang dilakukan dan terlalu banyak pertimbangan, maka “penyakit” (malas) yang satu ini akan mudah menyerang, merajalela dan membunuh diri kita sendiri.
Hikmat Alkitab                      :
·         Amsal 5:7 -Sebab itu, hai anak-anak, dengarkanlah aku, janganlah kamu menyimpang dari pada perkataan mulutku.-
Amsal mengingatkan kepada kita untuk berhati-hati dalam melakukan sesuatu hal. Untuk dapat berhati-hati dalam melakukannya, Amsal juga telah menasihatkan untuk mendengarkan dengan seksama. Salomo dengan bijaknya memberikan sebuah peringatan kepada setiap kita terhadap setiap perintah yang diberikan kepada kita, kita dengarkan dengan baik-baik. Karena dengan itulah, kita akan menjadi bijak dalam mengambil keputusan. Segala apa yang diperintahkan oleh atasan kita, oleh pemimpin kita, kita harus belajar untuk mendengarkannya dengan seksama, dengan sungguh-sungguh. Mendengarkan dengan sungguh-sungguh beda dengan mendengarkan sambil lalu. Dan Amsal memberikan nasihat untuk mendengarkan perintah itu dengan sungguh-sungguh karena Amsal juga mengatakan bahwa mendengarkan perintah dan nasihat itu dapat menuntun orang menjadi orang yang bijak. Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan, supaya engkau menjadi bijak di masa depan. (Ams 19:20)
·         Kolose 3:23 -Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.-
Firman Tuhan mengingatkan kepada setiap kita untuk melakukan segala sesuatu yang telah diperintahkan kepada kita dengan kesungguhan hati dan dengan ketulusan. Semua ini dikerjakan seperti sedang melakukan perintah itu untuk Tuhan bukan untuk manusia, walaupun secara nyata memang hal tersebut dilakukan untuk manusia. Paulus mengingatkan kita untuk selalu melakukan segala sesuatu seperti untuk Tuhan. Ini berarti kita harus melakukan segala apa yang “diperintahkan” kepada kita dengan kesungguhan dan ketulusan hati, tanpa memandang siapa yang menyuruhnya.

Menjawab Pertanyaan         : (Cara mengatasi pemimpin yang tidak bisa jadi teladan)

Pemimpin yang tidak dapat menjadi teladan harus diingatkan oleh orang yang dipimpinnya dengan tindakan yang dapat dijadikan sebagai contoh. Menjadi teladan bagi orang lain adalah sebuah kebanggaan.
Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu. (I Timotius 4:12)
·         Ketaatan kepada pemimpin juga menyiratkan takut akan Tuhan
·         Sikap yang sungguh-sungguh untuk melakukan sesuatu adalah  kesenangan bagi Tuhan
·         Menjadi teladan bagi orang yang lebih “tinggi” merupakan sebuah suatu kebanggaan.
Aplikasi                                  :
·         Taatlah kepada pemimpin! karena itu berarti kita takut akan Tuhan.
·         Bersungguh-sungguhlah untuk melakukan segala sesuatu karena itu untuk Tuhan.
·         Jadilah teladan bagi semua orang, termasuk bagi pemimpin yang tidak dapat menjadi teladan!

Cara mengantisipasi cemburu dan Iri hari


Cara mengantisipasi cemburu dan Iri hari

Dalam setiap perjalanan hidup ini pastinya kita selalu bergaul dengan siapa saja. Dilingkungan kehidupan kita pasti ada tetangga, dalam berjemaat disuatu gereja pasti punya teman, kenalan , dan orang-orang yang berada dekat dengan kita. dalam hal ini karena banyak orang yang disekeliling kita pasti banyak hal yang membuat kita menjadi tidak senang. Maka timbullah iri hati dan cemburu. Alasan kita cemburu adalah karena kita selalu melihat kelebihan orang lain dan membandigkan dengan keadaan kita dan kelemahan kita. sehingga membuat  kita menjadi iri hati. Mungkin saat ada tetangga yang punya mobil baru padahal dia orang yang tidak percaya dan korup kita mulai iri dan cemburu . tanpa kita sadari rasa cemburu itu dalam setiap kehidupan manusia dan selalu menganggu kita dan itu saya katakan wajar tetapi membuat kita akan selalu membuat kita tidak bisah bersosial dengan baik dan hanya membuat kita menjadi sakit hati dan fisik. Yang utama kita tidak akan bertumbuh dalam kerohanian, ahirnya kita malas berdoa hanya fokus dengan masalah cemburu itu.
 bagaimana cara melawan rasa cemburu dan iri hati dalam setiap kehidupan kita ??
Jalan Keluar Yang Diusulkan :
Ø  Buatlah orang yang kita cemburui itu merasa dicintai
Jangan terlalu fokus pada apa yang kita cemburui, itu akan membuat kita hancur. Tetapi saat ini saya akan katakan cobalah buat orang yang engkau cemburui itu marasa disayangi dengan memberikan perhatian, selalu ramah, dan selalu menegur dia dengan sopan dan santun pasti akan ada perbedaan , mengapa karena pada kita memberikan senyuman itu maka orang yang kita cemburui itu akan baik sama kita , otomatis dia akan mengasihi dan menghargai kita juga. Coba pikirkan dan bayangkan pada saat anda dikasihi dan disayang serta diberi perhatian oleh orang yang pernah engkau sakiti pasti anda akan merasa senang. Dan pasti anda akan berpikir oh dia baik ternyata. Kalau gak percaya boleh coba sendiri.
Ø  Pikirkan kebaikan orang itu dan jangan fokus pada kecemburuan anda
Mungkin dia  membuat anda cemburu atau sakit hati, mungkin dia suka menyombongkan diri kepada anda, tetapi saat ini saya mau katakan bahwa dia itu hanya mau buat anda tidak fokus dengan pekerjaan atau kegiatan saudara. Jadi meskipun orang yang engkau cemburui itu sangat-sangat membuat anda sakit hati , tetapi disisi lain orang itu mempunyai hati nurani dan sisi baiknya. Artinya saat anda fokus pada kebaikan maka rasa cemburu itu akan hilang dan rasa yang membuat engkau sakit hati itu akan punah dengan sendirinya. Artinya pada saat kita memikirkan yang positif dan fokus pada apa yang kita lakukan atau kegiatan kita pasti itu akan pergi dengan sendirinya.
Ø   Jangan selalu membandingkan diri dengan orang yang membuat engkau sakit hati
Terkadang yang membuat kita selalu merasa sakit hati, dengan melihat kelebihan orang lain dan melihat kelemahan kita. itu sangat tidak baik mengapa karena saat anda membandingkan diri anda dengan orang lain maka saat itu juga rasa Amarah akan muncul dan rasa benci akan muncul akhirnya sakit hati. Jadi coba lihat kelebihan anda dan tingkatkan, kembangkan apa yang anda sukai atau apa yang anda inginkan supaya anda bisa dilihat baik. Artinya layakkan diri anda supaya anda bisa terlihat baik dan fokuskan pola pikir kita kepada cita-cita, pelajaran, kerja dan lain-lain , maka rasa cemburu itu akan hilang.
Hikmat Alkitab
Ø  Matius 22 : 39 “ kasihilah sesamamu manusia “ dalam ayat ini saya mau katakan bahwa mengapa kita harus cemburu kepada orang yang lain atau sesama kita, kan dia bukan musuh. Artinya saat kita cemburu dan iri hati kepada orang itu dan marah,  sama saja kita tidak mengasihi sesama kita. saya mau katakan kepada saudara bahwa musuh kita itu Cuma satu yaitu Iblis. Mengapa terkadang kita mempunyai musuh karena kita sendiri yang membuat sesama kita menjadi musuh. Firman Tuhan sudah sangat Jelas mengajarkan kepada kita manusia itu sesama kita jadi kasihi sesama kita bukan jadikan dia musuh. Maka kita tidak akan mempunyai musuh serta iri dan cemburu kepada orang lain karena dia sesama kita. dan jangan lupa berdoa minta kemampuan kepada Tuhan.
Ø  2 korintus 10:12 Memang kami tidak berani menggolongkan diri kepada atau membandingkan diri dengan orang-orang tertentu yang memujikan diri sendiri.   Mereka mengukur dirinya dengan ukuran mereka sendiri , dan membandingkan dirinya dengan diri mereka sendiri. Alangkah bodohnya mereka! Membandingkan diri dengan standar masa kini dan kehidupan orang percaya di sekeliling kita, menunjukkan bahwa kita masih belum memiliki pengertian yang benar mengenai kehendak Allah. Standar yang harus kita pakai untuk mengukur diri dinyatakan oleh Kristus dan para rasul dalam PB. Dalam hal ini saya katakan kepada saudara bahwa sesungguhnya hidup ini salalu ukur satndar hidup dengan Kehidupan Yesus maka kita akan mengalami perubahan paradigma. Dan membuat kita menjadi lebih baik, artinya saat kita mempunyai satndar untuk memgukur diri kita melalui Tuhan Yesus maka pengertian dan pola pikir kita menjadi kehendak Allah. rasa cemburu itu akan hilang dan rasa iri hati akan hilang saat kita memandang kehidupan kita adalah standar Tuhan Yesus.
Ø  filipi 4 : 13 “ segala perkara dapat kutanggung didalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku “ artinya kepuasan hanya didalam Yesus .
Cara menang dari cemburu dan iri hati
v  Selalu percaya diri dengan keadaan diri sendiri , karena Tuhan Yesus adalah standar hidupku
v  Selalu mendekatkan diri dengan Tuhan karena kepuasan hanya didalam Yesus,  dan selalu teguh melihat kehendak Allah melalui firman-Nya.
v  Berdoa dan selalu mau mengasihi  kepada sesama kita, seperti Tuhan mengasihi kita.
Aplikasi
ü  Berkomitmen untuk selalu mau mengasihi sesama kita manusia dan selalu melihat kasih Yesus dan kita mau menjauhkan pikirin yang tidak baik melihat sesama kita.
ü  Menerima semua kelebihan orang lain dan mengembangkan potensi yang ada dalam diri kita.
ü  Berlaku ramah dan sopan kepada semua orang serta bersosial dengan baik kepada semua orang karena itu adalah perintah Tuhan untuk mengasihi sesama.


Tuesday, 27 August 2019

Khotbah Bagaimana Mentaati Kehendak Allah? ( Roma 12:1-2 )

Bagaimana Mentaati Kehendak Allah
Teks: Roma 12:1-2 
Pendahuluan:
Roma 12:1-2 merupakan ayat sangat penting, karena dua ayt ini menjadi fondasi dan inti yang penting atas semua perintah dan nasehat tentang bagaimana kita hidup sebagai anak-anak Tuhan di tengah-tengah dunia ini
Rasul Paulus yang diilhami Roh Kudus menasihatkan klita bahwa fondasi hidup kita bukan kepada apa yang telah kita capai tapi karena kemurahan dan belas kasihan Allah karena itu Paulus berkata dalam Roma 12:1(baca)

Ada 3 hal dalam ayat ini

1. Mempersembahkan Tubuh sebagai persembahan yang hidup 
artinya mempersemabhakn diri kita dan segala aspek yang ada dalam diri kita: umur, masa depan, rencana-rencana kita, pilihan-pilihan kita, keinginan, bakat, harta, apa saja yang ada pada kita
2. Mempersembahkan hidup yang kudus
Salah satu definisi kudus adalah berada dalam kemurnian, bersih, tidak cacat
Bahasa Ibrani dari kata kudus adalah kadosh yang artinya Tuhan memanggil kita untuk hidup sesuai dengan standarNya yaitu level hidup yang naik ke arah Kristus
Hidup sebagaimana Kristus hidup
Hidup terpisah dari segala bentuk dosa dan mempersembahkan hidup hanya bagi Tuhan
Karena tubuh kita adalah bait Allah (baca 1 Korintus 3:16)
Bait Allah merupakan suatu tempat yang kudus dimana hadirat Allah hadir di dalamnya
Karena itulah kita harus memelihara tubuh kita agar selalu bersih dan terbebas dari segala bentuk kenajisan dan kecemaran (baca 1 Korintus 3:17)
3. Mempersembahkan hidup yang berkenan kepada Allah
Bagaimana gaya hidup kita sebagai pribadi yang berkenan kepada Allah?
a) Hidup dekat dengan Allah
Salah satu bentuk keintiman kita dengan Allah adalah suka memuji Dia
b) Hidup dalam pimpinan Roh Kudus
Ketika hidup kita dipimpin Roh Kudus maka keinginan daging, keinginan hawa nafsu tidak akan dituruti ( Baca Roma 8:8)
c) Berada dalam komunitas yang benar, bergaul dengan orang-orang benar (baca Maz 1:1)
Saat kita ada didalam komunitas yang benar maka gaya hidup kitapun akan menjadi baik karena dari pergaulan dapat dilihat siapa kita (baca 1 Korintus 15:33)
d) Gaya hidup suka memberi
Karena Yesus sudah memberi yang terbaik yaitu diriNya sendiri
Sebagai anak-anak Tuhan, kita harus memilih gaya hidup seperti Tuhan Yesus, hidup benar, suka memuji dan menyembah, suka berkorban dan hidup dalam tuntunan Roh Kudus.
Jika kita melakukan 3 hal tersebut maka “itulah ibadah yang sejati”
Dimanapun kita berada, kemanapun kita pergi apapun yang kita lakukan dengan tubuh ini, tangan kita, kaki kita, mata kita, mulut kita adalah sebuah ibadah
Kita bukan saja datang ke gereja baru kita katakan beribadah
Bukan hanya pada waktu berdoa, bernyanyi, memberi persembahan baru kita katakan beribadah
Lebih dari itu, setiap jam, menit, detik yang kita jalani adalah suatu ibadah
Dengan demikian apa yang kita kerjakan sejak bangun pagi, pergi ke gereja, waktu mengerjakan segala sesuatu adalah ibadah kepada Allah
Ibadah orang Kristen bukan ibadah yang sekedar ritual tapi ibadah yang menghasilkan hidup yang teratur dan benar
Ibadah yang merubah kelakuan, sifat dan karakter sehingga semakin menjadi serupa dengan Kristus
Tidak menjadi serupa dengan dunia (baca Roma 12:2)
Artinya tidak hidup seperti orang dunia
Kita hidup di dunia tapi tidak duniawi
Masih banyak orang-orang Kristen yang hidupnya duniawi
Mereka sama dengan orang yang tidak mengenal Kristus
Kalau kita masih hidup serupa dengan dunia maka kita tidak akan pernah mengerti apa yang menjadi kehendak Allah dan yang sempurna
Firman Allah mengajarkan untuk terus menerus berubah menjadi manusia baru
Meninggalkan kebiasaan-kebiasaan, perbuatan-perbuatan yang tidak berkenan kepada Allah (baca 1 Kor 5:17)
Kehidupan Kristen yang sejati adalah kehidupan yang berproses dari manusia lama menjadi ciptaan yang abru dalam Kristus
Menjadi ciptaan baru, menjadi manusia baru tidak berkompromi dengan dosa
Perubahan itu mulai dari akal budi atau pikiran kita (baca Roma 12:2)
Karena apa yang kita pikirakan itulah yang kita lakukan
Pikiran yang jahat mendukacitakan Roh Kudus dan membawa kehancuran bagi hidup kita
Isilah pikiran dengan hal-hal yang baik dan memperbaharuinya secara terus menerus melalui doa dan merenungkan Firman Allah ( Baca Maz 119: 11)
Jangan mengisi pikiran dengan sampah kehidupan seperti kuatir, takut, putus asa, kenajisan, dan segala hal yang membuat kita jauh dari Tuhan Apa yang ada di dalam pikiran kita, itu yang akan membuat kita senang atau susah (baca Filipi 4:8). (Penulis: Pdt Adolina Widodo)

Friday, 23 August 2019

Khotbah Iman Yang Radikal (Daniel 3:14-18 )


IMAN YANG RADIKAL
TEKS: Daniel 3:14-18 
Pendahuluan
·                                   Kita mungkin pernah mendengar ungkapan atau bahkan kita pernah mengucapkan ungkapan tersebut “semua agama sama saja” pernyataan ini tidaklah dibenarkan, memang benar dalam beberapa hal ada yang sama

·         Semua agama memang mengajarkan kebaikan akan tetapi kebaikan saja tidak akan membawa kita kepada keselamatan (baca Efesus 2:9-10) melainkan iman percaya kita kepada Yesus, karena tidak ada satupun tokoh agama yang menjamin keselamatan, dan tidak ada satupun tokoh yang oleh namanya kita dapat diselamatkan, melainkan hanya melalui Yesus (Baca Kisah Para Rasul 4:12)
Dampak negatif kalau kita mengatakan semua agama sama saja adalah


ü  Kita akan merasa tenang-tenang saja kalau ada keluarga kita yang pindah keyakinan, ataupun kita akan dengan mudah berpindah keyakinan, karena kita mempunyai pandangan semua agama sama saja. Jadi tidak masalah kalau ada keluarga saya atau saya sendiri yang pindah keyakinan 
ü  Kita tidak mau memberitakan Injil karena buat apa memberitakan Injil, kalau semua agama sama saja, yang kita perlu ketahui bahwa Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang (baca Roma 1:16-17).

·         Oleh sebab itu kita harus lah mempunyai Iman yang Radikal dalam Yesus sehingga kita tidak akan dengan muda menjual iman kita.
·         Kata Radikal dalam bahasa Latin yaitu Radix yang berarti akar pohon, jadi radikal adalah sesuatu yang tertanam, mempunyai akar yang kuat.

·         Jadi seharusnya sebagai orang Kristen kita harus mempunyai Iman yang Radikal dalam Yesus, bukan Radikal dalam agama kita, melainkan iman percaya kita kepada Yesus

Karena ada perbedaan antara radikal dalam agama dan iman yang radikal dalam Yesus.
Jika kita radikal dalam agama, kita akan seperti ahli taurat yaitu
Θ    Saat ada saudara kita yang buat kesalahan kita langsung menghakimi dia, itulah yang dilakukan oleh ahli taurat.
Θ    Lebih peduli, atau mau menolong orang yang seiman dengan kita. Contoh cerita orang Samaria yang murah hati ( orang-orang Yahudi tidak mau menolong yakni seorang imam dal orang lewi tidak mau menolong) karena orang tersebut sangat radikal dalam agama mereka, yaitu agama Yahudi, mereka akan menolong jika hanya sesama orang Yahudi.
Θ    Lebih eksklusif, tidak mau menjangkau jiwa-jiwa
Kita akan belajar dari 3 tokoh Alkitab yang mempunyai iman yang radikal yaitu Sadrakh, Mesakh dan Abednego, ketiga anak muda ini mempunyai iman yang radikal, iman yang radikal seperti apa?
1.      Iman yang radikal Itu walau dalam masalah tetap percaya dan yakin bahwa tuhan sanggup menolong dan tetap percaya walaupun jawaban dari Tuhan “tidak”
Sadrakh, Mesakh dan abednego mendapatkan suata masalah yang besar, mereka harus menyembah patung buatan Nebukadnezar, tetapi apa yang mereka katakan Jika seadainya Allah tidak menyelamtakan mereka, mereka tidak akan menyembah patung raja tersebut.
Seharusnya kita juga seperti itu, ketika kita mendapatkan banyak masalah, dan saat Jawaban Tuhan “tidak”, kita akan tetap percaya dan memegang Iman percaya kita kepada Tuhan.
2.      Iman yang radikal itu tetap berdiri pada kebenaran, walaupun ada ancaman
Sadrakh, Mesakh dan Abednego mendapatkan ancaman yaitu jika mereka tidak menyembah patung raja, mereka akan dibuang dalam dapur perapian. Akan tetapi ancaman tersebut tidak membuat iman mereka goyah.
Dalam kehidupan kita, apalagi di negara kita, kita adalah kaum minoritas, mungkin akan banyak ancaman, godaan yang mencoba mengoyahkan iman kita, akan tetapi kita harus menjadi orang Kristen yang tetqap berdiri dalam kebenaran walaupun banyak ancaman yang harus kita terima, karena ancaman yang kita terima sekarang tidak sebanding dengan kemuliaan yang akan kita terima dari Tuhan.
3.      Iman yang radikal itu bukan hanya bicara tetapi tindakan
Sadrakh, Mesakh dan Abednego, bukan hanya bisa bicara, tetapi mereka mempertanggung jawabkan perkataan mereka, kalau mereka tidak akan menyembah patung raja, itu terlihat saat mereka dilemparkan dalam api perapian, mereka tidak berubah pikiran. Berbeda dengan kisah Petrus, yang dengan penuh keyakina mengatakan tidak akan meninggalkan Yesus, atau menyangkal Yesus, ketika hanya ditanya oleh beberapa orang, Petrus  menyangkal Yesus.
Tuhan tidak hanya buituh perkataan kita, melainkan tindakan kita. Saat kita mengatakan “saya tidak akan meninggalkan iman percaya saya walaupun banyak masalah, ancaman yang datang, saya akan tetap setia”, atau “ saya adalah pengkut Yesus” kita bukan saja bisa mengungkapkan tetapi kita tunjukkin itu dalam kesetiaan kita mengiring Yesus dengan cara Setia ke Gereja, setai melayani Tuhan, Setia berdoa dan baca Firman Tuhan.

Milikilah Iman yang radikal dalam Yesus, karena iman percaya kita yang akan membawa kita kepada keselamatan kekal, jangan pernah mencoba meninggalkan iman percaya kita untuk hal-hal yang ada di dunia ini, karena apa yang ada didunia hanya sementara. (Penulis: Nusye Manuputty, S.Th)

Monday, 19 August 2019

Khotbah : Apa yang kamu Cari ( Yohanes 6:1-71)


APA YANG KAMU CARI?
Teks: Yohanes 6:1-71

Pendahuluan:
       Selama Tuhan Yesus berada di dunia banyak mujizat yang dilakukan Yesus salah satunya adalah Yesus memberi makan 5000 orang hanya dengan 5 roti dan 2 ikan ( Yohanes 6:1-15).  Akan tetapi kita tidak tahu apa yang terjadi setelah Yesus memberi makan 5000 orang
·         Dalam ayat 16-21 diceritakan bahwa Yesus berjalan di atas air, setelah itu Yesus bersama-sama dengan murid-murid menyeberang ke Kapernaum

·                       Setelah tiba di Kapernaum, banyak orang yang datang mencari Yesus yaitu mereka yang telah makan dan menikmati mujizat 5 roti dan 2 ikan itu.
·         Yesus mengetahui motivasi mereka sehingga Yesus menegur mereka (ayat 25-26)
·         Yesus mengatakan dengan keras, seharusnya yang kalian cari bukan soal roti yang di makan seperti nenek moyang bangsa Israel yang makan roti tetapi mati juga, seharusnya mereka mencari Yesus yang adalah roti hidup, karena Yesus akan memberikan kehidupan yang kekal (ayat 48-51)
·         Setelah mendengarkan perkataan tersebut banyak diantara mereka yang bersungut-sungut dan meninggalkan Yesus, mengundurkan diri dan tidak mau lagi mengikuti Yesus.


Sekarang yang menjadi pertanyaan buat kita Apa yang Kita cari? Ada dua tipe orang Kristen yaitu yang pertama hanya Mencari berkat dan Mujizat dan yang kedua mencari Tuhan

·         Mencari Berkat dan Mujizat (ayat 26).
Banyak orang Kristen yang datang ke gereja, ke persekutuan hanya untuk mencari berkat, agar hidup sukses, agar merasakan mukjizat, ini adalah motivasi yang salah, dan keliru. Hanya mementingkan keuntungan apa yang akan saya dapat ketika saya beribadah, ketika saya memberi, ketika saya melayani. Orang-orang seperti ini hanya mau mendengarkan kotbah-kotbah yang berbau berkat, kalau ada khotbah yang menegur dan keras, tersinggung dan tidak mau mendengarkan, bersungut-sungut ( ayat 60-61)
Apa yang akan kita dapat ketika hanya mencari berkat dan Mujizat saja mereka akan kecewa dan akibat dari itu banyak orang Kristen yang akan meninggalkan iman percayanya dan tidak lagi mau mengikuti Yesus (ayat 66)

·         Mencari Tuhan
Mencari Tuhan bukan karena apa yang akan kita dapatkan Dalam hal ini: berkat-berkat jasmani, tetapi mencari Tuhan karena apa yang telah kita terima yaitu keselamatan.
Ketika kita datang ke gereja, persekutuan, melayani, semua itu kita lakukan karena kita ingin mencari Tuhan, karena kita percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan juruselamat kita. Yang ingin Tuhan katakan bahwa carilah sesuatu yang kekal bukan hanya sementara, dikatakan dalam ayat 35 bahwa Yesuslah Roti hidup, dan ketika kita mencari Yesus yang adalah Roti hidup maka kita akan mendapatkan sesuatu yang kekal yaitu kehidupan kekal. Bahkan bukan soal rohani saja, tapi dalam hal jasmani, ketika kita mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh, motivasi kita benar dalam mengikuti Tuhan, maka berkat jasmani dan mukjizat selalu beserta kita. ( Matius 6:33).

Jika kita mengikuti Tuhan, kita rajin ke gereja karena hanya untuk menerima mukjizat Tuhan,  dan berkat maka kita keliru, akan tetapi jika motivasi kita benar mengikuti Tuhan karena kita ingin mencari Tuhan dan kebenarannya, maka sudah pasti berkat dan mujizat itu akan terjadi dalam kehidupan kita dan bukan hanya itu saja, lewat kehidupan kita, Tuhan akan memakai kita untuk menjadi berkat dan lewat kehidupan kita, mujizat Tuhan akan terjadi

Kita melihat 12 murid ( 1 murtad) dan mereka yang setia mengikuti Tuhan, walaupun jatuh bangun, tidak seperti orang-orang yang makan atau merasakan mukjizat 5 roti dan 2 ikan, yang pergi meninggalkan Yesus, karena kecewa, karena tidak mendapatkan yang sesuai keinginan mereka, yang hanya mau melihat mukjizat saja. 11 murid atau orang yang bertahan setia mengikuti Tuhan, bukan mereka merasakan mukjizat Tuhan, tetapi Tuhan memakai mereka untuk mengadakan mukjizat dan menjadi berkat bagi banyak orang.
(Penulis: Nusye Manuputty, S.Th)





Khotbah: Misi Gereja di tengah dunia ( Matius 11:2-6)


MISI GEREJA DI TENGAH DUNIA
Matius 11:2-6
Pendahuluan:
              Banyak orang Kristen begitu terikat dengan kepentingan pribadi, masalah pribadi dan kebutuhan pribadi mereka. Yang mereka pikirkan hanyalah kebutuhan, persoalan dan masa depan mereka sendiri saja. Jika setiap saat berpikir, “Bagaimana dengan nasibku nanti? Bagaimana dengan bisnisku? Keluargaku? Masa depanku? Siapa yang masih punya waktu untuk memikirkan nasib orang-orang miskin di tempat lain?

               Jika gereja bahkan tidak mampu mencapai standar yang diraih oleh orang non-Kristen, maka kita tidak punya apa-apa pun yang bisa kita sampaikan kepada dunia. Tidak ada pesan yang bisa kita sampaikan kepada dunia, bukankah begitu?
               Jika kepedulian kita terhadap kesejahteraan orang non-Kristen, terhadap orang-orang miskin masih kalah dibandingkan dengan kepedulian orang non-Kristen, lalu apa fungsi kita?


Apa Misi Allah bagi Gereja? (baca: Matius 11:2-6 )
1.      Gereja hidup di dalam Roh Kudus
ü  Hal apa yang disampaikan oleh Yesus kepada murid-murid Yohanes Pembaptis? “Apa yang kau lihat? Apa yang kau dengar? Katakan itu kepadanya!” Lalu hal apa yang mereka lihat dan dengar? Karya-karya yang luar biasa. Siapa yang mengerjakan karya-karya tersebut? Orang-orang yang menjalani hidupnya di dalam Roh Kudus
ü  Kuasa itu datang dari Roh Kudus yang selalu mendorong kita untuk meniru teladan Yesus, menjadikan dia sebagai teladan kita. Mengerjakan misi bagi Allah. (baca: Roma 8:14).
ü  Ketika gereja hidup di dalam Roh Kudus gereja akan dipimpin untuk melakukan apa yang dikehendaki Allah, apa yang telah Yesus lakukan. Mengerjakan misi yang telah Yesus lakukan dan mengalami kuasa Roh Kudus.
2.      Gereja Menjadi Teladan/Memancarkan Kemuliaan Kristus
ü  Hal yang membuat orang tertarik datang kepada Tuhan bukanlah karena kita pantai berbicara/berkhotbah. Hal yang menarik mereka adalah karena mereka telah mengamati hidup kita dan mereka menyimpulkan, “Orang-orang ini sungguh berbeda. Ada sesuatu yang unik dalam diri mereka.”
ü  Tugas kita adalah untuk menjalani hidup yang memancarkan sinar kemuliaan Kristus menjadi teladan bagi banyak orang. Selanjutnya pergi menjangkau orang-orang, bukannya menunggu mereka untuk datang. Kitalah yang pergi kepada mereka.
3.      Peduli Pada Orang Miskin
ü  Yesus selalu peduli pada orang miskin (ayat 5).
ü  Orang Kristen sejati bukan sekadar orang yang percaya ini dan itu tetapi tidak berbuat apa-apa.
ü  Banyak orang Kristen yang tertindih oleh begitu banyak persoalan karena mereka sibuk memikirkan diri sendiri. Jika kita bisa melupakan persolan kita sejenak dan punya waktu memikirkan kebutuhan serta persoalan orang lain, maka kita akan terkejut mendapati bahwa persoalan kita ternyata tidak seberat yang kita kira.
ü  Jika kita adalah bagian dari gereja, itulah panggilan bagi diri kita. Perduli pada orang misikin.
ü  Misi kita adalah menyampaikan kabar baik kepada orang miskin. Dan semua mukjizat hanya sekadar menegaskan pemberitaan itu
ü  Secara tersendiri, mukjizat-mukjizat itu tidak memiliki arti apa-apa. Semua itu hanya untuk menegaskan bahwa kuasa Allah bekerja di dalam pemberitaan Injil. Jika Anda memberitakan Injil, maka akan terjadi hal-hal besar

Misi Allah bagi gereja adalah untuk Gereja hidup di dalam Roh Kudus, Gereja menjadi teladan dan peduli kepada orang miskin. Marilah kita menangkap misi Allah bagi gereja ini dan bersama-sama mengerjakannya ditengah-tengah lingkungan kita. (penulis: Pdt Kusnanto, S.Th)