Showing posts with label LAPORAN BACA. Show all posts
Showing posts with label LAPORAN BACA. Show all posts

Tuesday, 18 February 2020

Laporan Baca Buku Teologi Perjanjian Baru (Donald Guthrie)

Hasil gambar untuk Teologi Perjanjian Baru (Donald Guthrie) yESUS SEBAGAI MANUSIA

Yesus Sebagai Manusia

           Sejak abad ke-18 para pengarang Teologi barat mempertanyakan kepercayaan penulis PB itu benar. Mereka mempertanyakan apakah penulis PB menulis sebuah fiksi. Bahkan orang skeptis ekstrim berpikir penulis PB sedan menulis fiksi. Penyelidikan akan dimulai dari Yesus sebagai manusia. Sangat penting untuk memahami ajaran penulis PB dengan memperhatikan Yesus sebagai manusia. Namun dalam penyelidikan ini jangan sampai hanya memandang Yesus hanya sebagai manusia.

Yesus sebagai manusia sejati


Dalam kitab Injil kita mengenal tiga gambaran tentang Yesus dari Nazaret. Markus lebih memusatkan perhatiannya Yesus sebagai manusia. Matius dan Lukas berpusat pada permulaan kehidupan Yesus sebagai manusia hal ini dilihat dari catatan mengenai kelahiran Yesus.  Dari ketiga Injil sinoptik menganggap baptisan Yesus adalah awal dari pelayanan-Nya. Baptisan ini bermaksud untuk memperlihatkan kesamaan Yesus untuk memperlihatkan Yesus dengan orang yang datang dibaptis. Perbedaannya adalah saat Yesus selesai dibaptis karena ada suara dari sorga yang membedakan dari orang yang ada disitu. Yesus juga pernah dicobai, pencobaan ini menggambarkan bahwa Yesus sama seperti orang-orang pada umunya yang mengalami pencobaan-pencobaan moral.  Semua kitab Injil menggambarkan Yesus dengan latar belakang orang Yahudi bersama dengan ahli taurat dan orang farisi.  Dalam kitab-kitab Injil menggambarkan kehidupan Yesus sebagai manusia dengan manusia-manusia yang lain saat itu, kitab Injil juga mencatat pergumulan yang dialami Yesus ketika di getsemani. Meskipun Yesus digambarkan dalam manusia sejati tetapi ada perbedaan hakiki antara Yesus dengan manusia yang lain, hal ini digambarkan dari kekuasaan Yesus atas hukum taurat, dan juga melalui kuasa yang dilakukan Yesus.
Tulisan Yohanes lebih menceritakan dari sisi keilahian Yesus yang mengawali kitab ini dengan keberadaan Yesus sebelum segala sesuatu. Namun Yesus juga digambarkan dalam sisi manusia juga, Yesus digambarkan memiliki perasaan yang sama dengan manusia yang lain. Yesus dikatakan merasa lelah (Yohanes 4:6), Yesus terharu dan menangis (11:33-35) Yesus merasa susah hati (12:27) dan setelah kebangkitannya Yesus menyediakan makanan diatas api arang (21:9). Yohanes memberikan kesaksian bahwa Logos menjadi manusia. Yesus sebagai manusia yang adalah manusia yang unik. Tanda kemanusiaan Yesus mungkin digunakan untuk menyeimbangkan penekanan pada sisi keilahian Kristus. Ketika Yesus digambarkan dalam sisi kemanusiaannya inilah yang menjadi permasalahan. Yesus yang digambarkan dalam sisi manusia yang sejati menjadi diremehkan.
Menurut Kisah Para Rasul Yesus diperkenalkan dalam percakapan mereka.  KPR 2:22 Yesus disebutkan dengan sebutan “Yesus dari Nazaret” yang telah ditentukan dan dinyatakan dengan mukjizatnya yang luar biasa (kesembuhan KPR 3:6). Nama Yesus orang nazaret digunakan untuk para penuduh yang melawan Stefanus (6:14), digunakan oleh Petrus dalam khotbahnya kepada Kornelius (10:38). Dari setiap penggunaan ini terlihat bahwa Yesus  dalam sejarah pernah hidup sebagai manusia di desa Nazaret. Namun perlu diketahui bahwa Kisah Para Rasul ini lebih berfokus kepada kemuliaan Yesus yang tertinggi.
Kesaksian Paulus sebenarnya tidak menaruh minat pada sisi kemanusiaan Yesus. Paulus memahami bahwa Yesus adalah keturunan Daud (Roma 1:3) Yesus dilahirkan dari seorang perawan dibawah hukum Taurat (Gal 4:4) Paulus mengetahui keluarga Yesus, terlihat ketika menyebut Yakobus sebagai saudara laki-laki Yesus (Gal 1:19).  Paulus tidak memberikan gambaran secara langsung tentang pribadi Yesus.  Namun paulus sadar akan pribadi Yesus yang digambarkan dari kelembutan Yesus. Pengaruh yang terdalam terhadap Kristologi Paulus adalah kebenaran-Nya yang tidak berdosa (2 Kor 5:21). Paulus juga sudah pasti mendapat pengetahuan yang sangat luas terhadap pribadi Yesus sebagai manusia. Beberapa perikop dalam surat Paulus menekankan kemanusiaan Yesus dalam sejarah. Diantaranya dihubungkan dengan yang lain, dalam Roma 5:12 Yesus sebagai manusia seperti Adam. Yesus digambarkan yang sulung diantara banyak saudara. Memang harus diakui bahwa Paulus lebih banyak menekankan sisi keilahian Yesus. Namun bagian tentang kemanusiaan Yesus tetap ada, Filipi 2 dikatakan Yesus mengambil rupa seorang hamba. Semua yang dilakukan Yesus dalam dunia ini terbatas dengan rupa dirinya yang sebagai hamba. Dalam surat-surat penggembalaan pengantara antara Allah dengan sebagai manusia Kristus Yesus
(1 Tim 2:5).  Keterangan Yesus sebagai manusia disebutkan sepintas lalu saja, ini menggambarkan minat Paulus untuk menekankan pada sisi kemanusiaan Yesus sangat sedikit.
Dalam Surat Ibrani 13 Yesus digambarkan sebagai Anak Allah yang ditinggikan, tetapi dalam surat ini juga menggambarkan pada sisi kemanusiaannya. Yesus digambarkan lebih rendah dari malaikat pada misi-Nya Ia lebih memperhatikan manusia bukan malaikat (Ibrani 2:9,16) Memiliki darah daging seperti saudaranya (2:14), dalam daging Ia mengalami pencobaan (2:18; 4:15). Surat Petrus Yesus sebagai manusia sejati diterima sebagai hal yang benar. Kematiannya dikhususkan untuk menebus dosa manusia. Dalam penderitaan di kayu salib Yesus menderita sebagai manusia.
Dalam kitab Wahyu hanya ada sedikit penekanan pada sisi kemanusiaan Yesus. Wahyu menggambarkan Yesus serupa dengan anak manusia. Kemanusiaan Yesus juga muncul dalam gambaran Anak domba yang terluka.

Yesus sebagai manusia yang tidak berdosa. 


Dalam Injil sinoptik tidak ada catatan khusus mengenai pernyataan Yesus yang tidak berdosa. Yesus tidak pernah membuat pengakuan dosa, Ia memanggil orang-orang untuk bertobat. Saat dibaptiskan Yesus memiliki tujuan untuk menggenapkan seluruh kebenaran. Yesus menunjukkan penolakan kepada yang jahat, ketika Ia menghardik Petrus “enyahlah iblis” itu berarti Yesus memperlihatkan reaksi yang tajam terhadap kehadiran iblis. Pernyataan seorang pemuda yang mengatakan guru yang baik ini menjadi masalah. Yesus mengatakan hanya satu yang baik yaitu Allah, sepertinya ini memperlihatkan seolah-olah Yesus tidak baik. Yesus sebenarnya ingin menegaskan supaya ada pengakuan dari pemuda ini sehingga penghormatan yang diberikannya memiliki dasar yang benar. Dalam tulisan Yohanes tidak ada yang secara langsung untuk menyatakan ketidakberdosaan Yesus. Meskipun Yesus menuduh orang farisi “iblislah bapamu” tetapi kalimat ini juga diikuti dengan tantangan siapa yang dapat membuktikan aku berdosa. Yesus juga memberikan pernyataan yang mengejutkan seolah-olah Yesus terlihat congkak. Saat Yesus berkata “Akulah ternag dunia” tetapi ini diikuti dengan tindakannya yag mendukung dari perbuatannya. Dalam surat Yohanes terdapat ungkapan yang jelas bahwa Yesus tidak berdosa (1 Yoh 3:5) “didalam Dia tidak ada dosa”. Dalam Kisah Para Rasul ketidak berdosaan Yesus digambarkan secara tidak langsung. Dalam surat ibrani ketidak berdosaan Yesus tidak dibahas, namun disini ditegaskan bahwa Yesus tidak berdosa. Petrus juga menyatakan bahwa Yesus tidak berdosa namun Ia menanggung semua dosa-dosa manusia sehingga manusia mati terhadap dosa dan hidup untuk kebenaran.

Makna Teologis ketidak berdosaan Yesus.


Alkitab memandang kejatuhan manusia merupakan penyelewengan, ketidak berdosaan Yesus menggambarkan keadaan manusia yang ideal menurut Allah. Ketidak berdosaan Yesus terletak pada hubungan inkarnasi. Keyakinan dalam Perjanjian baru adalah Yesus sebagai manusia sejatidan tanpa dosa. Meskipun banyak yang mendiskusikan bagaimana Yesus masuk dalam keeadaan manusai tetapi tidak memiliki kecenderungan untuk berbuat dosa. Seandainya Yesus terlahir dalam diri manusia yang berdosa juga akan menggambarkan Yesus sebagai mansuia yang sejati, tetapi juga yang kurang sejati. Ketidakberdosaan sama halnya dengan ketaatan, ketidak berdosaan Yesus sama dalam hal kehendak Allah yang sempurna sama juga dengan kehendak Yesus yang sempurna. Ketidak berdosaan Yesus dapat diartikan bahwa Yesus tidak dapat berdosa (preccare non potuit) atau ia tidak berbuat dosa (potuit non preccare).
Mesias
Gelar-gelar Yesus dapat dibagi secara sederhana, baik itu yang mengandung atau tidak mengandung pengertian Mesianis. Kata Mesias dalam konteks ini mengandung arti tokoh pembebas. Mesis berasal dari kata ibrani dan yunani yang berasal dari kata Kristus (yang diurapi). Perlu kita ketahui konsep Mesianis dalam konsep mereka. Mereka menganggap Yesus adalah Mesias dan mereka begitu giat untuk memberitakannya pada orang lain. Dalam Perjanjian Lama banyak disebutkan tentang masa keMesiasan yang akan datang. Memang istilah Mesias tidak muncul secara tersendiri ada banyak kata yang merangkaikan seperti Mesias Tuhan (Yaitu yang diurapi Tuhan). dapat dikatakan dalam PL sedang mempersiapkan jalan bagi Mesias sehingga banyak perikop PL mengenai Mesias dikutip dalam PB. Pengharapan tentang Mesias memiliki bentuk yang berbeda dan yang paling menonjol mengenai Raja keturunan Daud. Kitab Injil sinoptik memberikan informasi mengenai Mesias atau pengharapan mereka akan Mesias.
Yohanes mencatat bahwa mruid-murid mencari seseorang yang dapat mereka akui sebagai Mesias. Diantara orang samaria pengharapan akan datangnya Mesias adalah pengharapan yang umum. Ada kepercayaan umum dari mereka bahwa Mesias akan datang dan mengadakan tanda-tanda yang dapat membuat orang percaya. Namun mereka berpikir tentang Mesias dalam hal politik. Disini kita  bisa melihat pengakuan Petrus bahwa Yesus adalah Kristus. Anggapan kepada Mesias politik ternyata membuat Yesus enggan memakai gelar itu sehingga menyuruh mereka diam. Berbeda dengan Injil sinoptik, Yohanes menyebutkan dua kejadian tertentu untuk menyebutkan Yesus sebagai Mesias. Istilah penggunaan Mesias digunakan dalam peristiwa Andreas yang menyampaikan pada Petrus “kami telah menemukan Mesias”. 
Peristiwa penyebutan Mesias juga diceritakan saat perempuan samaria. Yang perlu diketahui minat Yohanes menuliskan kitab Injil ini adalah supaya para pembacanya percaya bahwa Yesus adalah Kristus (Yoh 20:31). Didalam suratnya, gelar Mesias telah diterima dengan tegas. Yohanes menyebutkan menerima Yesus sebagai Mesias adalah bagian yang hakiki dalam iman Kristen (1 Yoh 5:1).
Pentakosta menjadi puncak dalam penegasan bahwa Yesus adalah Mesias (Kis 2:36) hubungan antara ketuhanan dan kemesiasan itu sangat penting. Pada masa kristen mula-mula pengajaran dirangkaikan dengan tema Yesus adalah Mesias. Rasul-rasul menganggap ini adalah misi mereka. 
Paulus memberikan penjelasan bahwa Kristus telah menjadi nama sendiri. Roma 9:5 adalah contoh pemakaian kata Khristos yang memiliki arti Mesias. Pengenalan akan peran mesias dalam pertobatannya merupakan peranan yang terpenting. Kristen yang mula-mula tentu sudah sering mendengar dengan kata Yesus adalah mesias.
Cara yang dipakai oleh Paulus sangat berbeda, ia mengembangkan sendiri konsep tentang mesias dengan konsep yang baru dengan didasari oleh penggenapan dalam Kristus Yesus yang telah bangkit. Surat 2 Petrus dan Yudas tidak memberikan banyak keterangan, tetapi yang perlu diketahui disini banyak sekali penggunaan kata “Yesus Kristus”, dalam kitab Wahyu gelas untuk Yesus Kristus hanya terdapat tiga kali (Anak Domba), permusuhan antara Kristus dan iblis adalah permusuhan antara Mesias dan anti Mesias. Pengertian tentang Mesias mendasari iman orang Kristen, konsep mengenai penggenapan akan datangnya Mesias itu sangat penting, dengan Ia memberikan jawaban kepada murid-murid Yohanes pembaptis dengan kutipan dari PL membuat orang dengan mudah mengenal Yesus sebagai Mesias.

Gelar Anak Daud erat kaitannya dengan Mesias. 

Gelar ini dapat ditelusuri dari 2 Sam 7:16. Janji merupakan dasar nubuat yang berhubungan dengan kerajaan Mesias. Kitab apokaliptik memberikan penjelasan bahwa benih dari Mesias akan datang dari keturunan keluarga Daud, karena itu agama Yahudi sangat yakin bahwa Mesias akan datang yang erat dengan hubungannya dengan Daud. Penelusuran ini dapat dilihat dari silsilah yanga ada dalam injil sinoptik. Bukti utama bahwa gelar anak Daud digunakan oleh orang banyak terdapat dalam injil Matius. Menurut Matius Yesus disebut Anak Daud (Mat 9:27; 12:23). Kisah yang dicatat Markus menggambarkan juga bahwa Yesus adalah keturunan Daud (Mark 11:9), dalam Matius lebih jelas lagi “hosana bagi Anak Daud” (Mat 21:15).   Dalam Kisah Para Rasul ada pernyataan yang tegas mengenai asal Yesus dari keturunan Daud. KPR 2:34 Yesus dikenal khususnya sebagai Tuhan dari Daud.

Gelar Hamba Allah

Gelar hamba Allah tidak pernah digunakan oleh Yesus dan penulis kitab Injil. Konsep Hamba Allah ini berasal dari Perjanjian Lama dalam kitab Yesaya. Ungkapan dalam bahasa Yunani pais theou berarti Anak Allah atau Hamba Allah. Hamba Allah juga dihubungkan dengan arti Mesias, namun hanya ditemukan dalam bentuk kata benda yaitu hambaKu dan hal ini pembicaranya adala Allah. Dalam kitab injil sinoptik ada bukti yang memandang Yesus sebagai Hamba Allah. Dalam Matius 8:17 merupakan penggenapan akan Yesaya 53:4, kutipan ini mencerminkan kesadaran Matius bahwa Yesus menggenapi nubuat Mesias. Yesus menyatakan sendiri bahwa Ia menggenapi nubuatan dalam Yesaya, namun Yesus memperlihatkan cara penggenapan ini dalam satu atau lain cara digenapi di dalam Dia. Nubuat yang disampaikan Yesus tentang penderitaan memang tidak terlalu mengarah pada Hamba (Markus 9:12) tidak benar jika dikatakan penderitaan Yesus itu harus dikaitkan dengan posisi Yesus sebagai Hamba. Dalam Kitab Injil Yohanes Yesus dikatakan sebagai Domba Allah, ini adalah penggenapan dalam kitab Yesaya, hamba dalam kitab Yesaya dikatakan sebagai seekor anak domba (Yes 53:7).
Dalam zaman kehidupan Rasul sepertinya masyarakat Kristen menjelaskan kepercayaan mereka yang kuat akan Yesus sebagai Hamba dengan kitab Yesaya. Dalam Kisah Para Rasul ini memperlihatkan bahwa konsep Yesus sebagai hamba itu tepat bagi mereka. Dalam Roma 4:25; 8:32-34, terdapat konsep nyanyian Hamba. Disana dijelaskan bahwa Yesus menderita karena menanggung dosa-dosa kita. Namun yang perlu diingat meskipun ada catatan ini tetapi pada pokok ini tidak digunakan dalam kristologi.
Keterangan lebih langsung mengenai konsep Yesus sebagai Hamba yang menderita terdapat dalam 1 Petrus 2:21-25. Sisini sepertinya Petrus merubah susunanya namun terlihat bahwa Petrus teringat juga dengan konsep dalam Yesaya. Konsep hamba yang menderita ini memiliki peranan yang penting dalam kristologi. Gelar yang didapatkan ini sesuai dengan pandangan bahwa Yesus maupun orang-orang mengakui bahwa Yesus sebagai hamba.

Anak Manusia.

Sebutan untuk anak manusia ini mungkin saja berasal dari pndangan Yesus sendiri mengenai identitasnya, sebutan dari masyarakat Kristen, hanya mengarah kepada sebutan Anak Manusia yang akan datang, dan mengarah kepada kehidupan Yesus. Ada banyak teori dari arti gelar anak manusia ini.
Perlu diketahui bahwa Yesus sendiri memakai gelar itu, sebutan ini juga sering dipakai untuk menyebut Yehezkiel, tetapi hal ini tidak berhubungan dengan injil sinoptik. Penegasan penggunaan gelar anak manusia harus melihat sebutan menurut pokoknya. Anak Manusia menegaskan kuasa-Nya dalam mengampuni dosa. Juga tentang penderitaan yang akan dialami oleh Anak Manusia dan yang terakhir tentang pengagungan Anak Manusia pada masa yang akan datang. Arti gelar anak manusia ini adalah: menurut injil sinoptik sebutan ini hanya digunakan oleh Yesus sendiri, penulis kitab injil menganggap sebutan ini sangat penting sehingga mereka mencatat banyak contoh penggunaan kata tersebut, penyataan bahwa jemaat yang menghubungkan dengan gelar itu tidak sesuai.
Dalam injil Yohanes pernyataan yang penting adalah Malaikat yang turun naik kepada Anak Manusia. Percakapan anatara Yesus dan Nikodemus berisi dua sebutan Anak Manusia. Injil Yohanes mencatat pernyataan tentang asal usul Anak Manusia. Keberadaan Anak Manusia ini dicatat sebelum segala sesuatu ada. Anak Manusia ini dicatat memiliki kuasa yang sejajar dengan kuasa yang dilakukan oleh Allah. Anak Manusia memiliki kuasa untuk memberikan hidup kepada orang yang mau percaya.

Gelar Tuhan

Sebutan Kurios dalam injil sinoptik sering dihubungkan dengan maksud penghormatan. Memang ada contoh penggunaan kata (ho kurios) yang digunakan untuk menyebut Yesus. Pemakaian kata ho kurios ini digunakan untuk menyebut Yesus setelah kebangkitannya.
Dalam kitab Injil Yohanes menggunakan pola dasar penggunaan kurios itu secara non-teologis sebelum kebangkitan dan secara teologis sesudah kebangkitan. Tiga kali Yohanes menggambarkan Yesus sebagai ho kurios (Yoh 4:1; 6:23; 11:2) contoh yang paling mencolok setelah kematian adalah ketika Tomas mencolokkan jarinya dan pengakuan Tomas untuk menyebutkan Yesus sebagai Allah (Yoh 20:8).
Dalam kisah para rasul yang paling penting disini adalah khotbah Petrus pertama kali. Ungkapan Petrus dalam khotbahnya menyatakan bahwa Yesus sebagai Allah “Yesus yang telah kamu salibkan itu telah menjadi Tuhan dan Kristus”(Kis 2:36).
Paulus menghubugkan Yesus dengan Tuhan. ungkapaan maranatha dalam I Kor 16:22 berasal dai bahsa Aram yang artinya Tuhan kami, datanglah!. Dalam Roma 10:9b dikatakan bahwa keselamatan tersedia bagi orang yang menbgakui (homologeses) bahwa Yesus adalah Tuhan.
Dalam surat Yakobus terkenal dengan kurangnya sebutan Yesus Kristus namun terdapat hal yang sangat penting dengan penggunaan Tuhan Yesus Kristus (Yak 1:1; 2:1) hal ini sama juga dipakai dalam surat Yudas dan juga 2 Petrus.
Dalam kitab Wahyu gelar ini biasa dipakai untuk Allah. Tetapi dalam hal berbeda gelar ini juga dipakai untuk Kristus.

 PERISTIWA-PERISTIWA KRISTOLOGIS

Kelahiran dari anak dara dalam injil sinoptik, dalam injil Luksa dengan jelas memberitahukan bahwa Maria akan mengnandung dan melahirkan anak laki-laki. Cara mengandunganya Maria berbeda dengan wanita pada umumnya, cara pengandungan ini berasal dari campur tangan langsung dari Roh Kudus, Malikat menjelaskan bahwa Maria akan mengandung bukan dari cara yang insani tetapi dikandung dari Roh kudus.
Kisah yang ditulis oleh Matius sama sekali tidak bergantung pada Lukas. Namun dengan kebenaran yang sama mendukung bahwa Yesus dilahirkan dari seorang dara Maria. Matius juga mecatat bahwa Yesus dikandung dari Roh Kudus. Bahkan Matius mengutip dari Perjanjian Lama Yesaya mengenai anak dara yang mengandung dan melahirkan anak laki-laki, Imanuel (Mat 1:23; Yes 7:14).
Ada juga ahli yang keberatan dengan pandangan bahwa Yesus dilahirkan dari dara Maria. Pandangan ini dapat dikecam sebagai pandangan metodologis. Namun bukti ini tidak bisa diterangkan karena tidak ada penulis alkitab yang menyatakan bahwa Yesus lahir bukan dari dara Maria. Sehingga pandangan yang tidak setuju ini tidak akan memiliki dasar untuk tidak percaya pada hal ini.
Dalam injil Yohanes juga tidak mencatat bahwa Yesus dilahirkan dari anak dara Maria. Namun dari Yohanes ini akan mendapat pengertian bahwa Yesus lahir dari inkarnasi dari Logos. Penyajian Yesus sebagai Anak Allah dalam injil Yohanes memerlukan suatu keterangan dari asal usulnya. Dalam hal ini biasanya orang menggunakan Yohanes 1:12-13 untuk menyatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah. Ada isu yang dianggap sebagai penolakan secara langsung dari kelahiran Yesus dari seorang anak dara. Namun hubungan ini tidak bisa menjelaskan dengan pasti karena hal ini berhubungan dengan penolkan terhadap kemesiasan Yesus. Dalam surat-suratnya Yohanes menyebutkan bahwa orang-orang Kristen lahir dari Allah. Walaupun hal ini digambarkan untuk kelahiran secara rohani.
Dari keterangan Paulus tidak ada pokok yang secara jelas menyatakan hal-hal ini. Dalam Roma 1:3 disini berbicara tentang kelahiran anak yang dilahirkan menurut daging dipernakkan dari keturunan Daud. Dalam Galatia dikatakan bahwa Yesus lahir dari seorang perempuan dan disini digambarkan cara kehairan Yesus yang berbeda dengan kelahiran orang-orang biasa.
Kebangkitan.
Pemberita mula-mula orang kristen merasakan ketakutan untuk memberitakan bahwa Yesus yang disalibkan itu bangkit dari antara oang mati (Kis 2:24). Pada saat Yesus masih bersama dengan mereka muridnya tidak mengerti dengan maksud ucapan Yesus itu. Petrus menunjuk kepada PL dam mendukung pernyataannya bahkan dukungan atas kebangkitan Mesias. Disamping itu kebangkitan Mesias sangat penting dengan ketetapan yang dibuat oleh Petrus pada saat orang memerlukan pengganti dari Yudas yang telah menghianati Yesus. Alsanya sangat jelas yaitu dalam riwayat selanjutnya terdapat dalam kisah para rasul yang memberikan pernyataan mengenai kematian Yesus yang segera disusul oleh pemberitaan kebangkitannya.
Dalam injil sinoptik Yesus sendiri menubuatkan apa yang akan terjadi atas dirinya. Yesus mengatakan bahwa Ia akan dibangkitkan dari antara orang mati, dan mempertimbangkan kembali dengan pemberitaan dalam PL mengenai misinya. Ketiga injil sinoptik yang menuliskan nubuat tentang kematian Yesus juga dihubungkan dengan nubuatan tentang kebangkitannya dari antara orang mati. Sedangkan Matius dan Lukas memberikan penjelasan yang lebih jelas lagi bahwa pada hari yang ketiga Yesus akan bangkit.
Hal yang sangat penting disini adalah bahwa setelah kebangkitan Yesus menjelsakan secara terperinci bahwa Ia bukan hanya harus menderita tetapi Ia harus bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga (Lukas 24:45-46).
Dalam peristiwa kebangkitan fakta bahwa Yesus mati itu diterima oleh semua ahli, gagasan mengenai seorang mesias yang harus mati tidak diterima oleh semua orang karena mereka berpikir dalam konsep mesias yang politik, sehingga tidak mengherankan jika murid-muridnya melarikan diri saat Yesus disalib. Semua kitab injil memberikan kesaksian mengenai kubur yang kosong. Semua penampakan setelah kebangkitan dicatat sebagai peristiwa yang benar-benar terjadi.
Dalam dua perikop besar dalam Kristologi Filipi 2 dan Kolose 1 kebangkitan memang tidak disebutkan secara langsung. Tetapi tema pengagungan menyatakan kebangkitan Yesus itu secara tidak langsung. Menurut bagian ini ketuhanan akan diakui oleh semua orang. Dan hal ini tidak ditujukan kepada Kristus yang mati. Kebangkitan secara khusus disebutkan dalam Kolose 2:12; 3:1 dan disana juga disebutka dengan orang yang percaya kepada Dia. Penempatan kebangkitan sebagai pusat dalam surat Paulus benar-benar sesuai dengan apa yang tercatat dalam kitab Kisah Para Rasul.
Dalam surat ibrani kebangkitan Yesus hanya terdapat sedikit keterangan langsung mengenai kebangkitannya. Namun penyajian mengenai Yesus sebagai Imam besar ini dihubungkan setelah kebangkitan Yesus dari antara orang mati. Fakta bahwa Kristus melalui kematiannya memusnahkan dia yaitu, iblis yang berkuasa atas maut dan membebaskan mereka yang berada dalam perhambaan rasa takut kepada maut. Surat ibrani ini diakhiri dengan ucapan berkat yang hapir berbentuk penegasan . ucapan ini berpusat pada Dia yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati untuk menjadi gembala agung.
Pentingnya kebangkitan dalam kristologi adalah kontribusi yang diberikan bagi pengertian kita mengenai pribadi dan pekerjaan Kristus. Kita hanya dapat percaya bahwa Kristus yang sudah ada sebelum segala sesuatu itu telah menjadi manusia. Jika kebangkitan merupakan peristiwa yang sungguh terjadi kalau tidak demikian maka kita harus memilih antara dua kemungkinan tentang pribadi Yesus. Pertama Yesus adalah makhluk ilahi yang tidak pernah menjadi manusia sejati. Yang kedua seorang manusia yang bukan makhluk ilahi yang mati dan yang tidak pernah bangkit.
Kebangkitan juga menghubungkan Pribadi Kristus dengan pekerjaan-Nya. Kebangkitan merupakan ungkapan kepuasan Allah dengan apa yang telah dilakukan Kristus. Karena itu sangat jelaslah bahwa kebangkitan sangat diperlukan untuk keselamtan manusia.
Kenaikan
Dalam injil sinoptik hanya Lukas saja yang mencatat peristiwa penampakan setelah kebangkitan Yesus. Dan didalamnya tidak mencatat secara langsung tentang kenaikan Yesus, walaupun didalamnya . beberapa orang melihat ada kesamaan antara kisah Lukas mengenai pengagungan Yesus di atas gunung dan kenaikannya. Bagian dari Markus juga mencatat peristiwa tentang kenaikan Yesus secara singkat. Tetapi bagian penutup ini dianggap bukan tilisan dari Markus, kelihatannya bagian ini berkaitan dengan tulisan Lukas. Dalam Kitab Matius diceirtakan bahwa Yesus menjanjikan akan memberikan kuasa kepada murid-Nya setelah kebangkitannya. Paulus menegaskan secara langsung atau secara tidak langsung bahwa Yesus telah Naik kesurga. Dalam surat penggembalaan terdapat juga suatu pernyataan bahwa Yesus telah naik Kesurga.


Baca Juga

Wednesday, 28 August 2019

Laporan baca buku: Memahami Anak Remaja (Wilson Nadeak)


  Ulasan buku: Memahami Anak Remaja (Wilson Nadeak)


Orang Tua dan Kaum Remaja.
Bab ini bercerita bagaimana orang tua yang memiliki tiga anak. Anak-anaknya berhasil dalam setiap studi yang diikutinya. Dari orang tua ini kita bisa belajar bagaimana orang tua ini berhasil dalam mendidik anak-anaknya. Ternyata orang tua ini menjadikan anaknya sebagai tumpuan untuk hari depannya, sehingga orang tua ini mendidik anaknya dan meberikan dorongan sehingga berhasil. Orang tuan ini ternyata belajar dari cara pikir anak untuk bisa memahami anaknya, sehingga percekcokkan antara orang tua dan anak tidak perlu terjadi. Orang tua ini belajar memberikan contoh yang baik, ketika ia salah ia berani untuk meminta maaf terlebih dahulu. Sehingga baik orang tua dan anak bisa saling menghormati dan mendengarkan dari setiap apa yang menjadi harapannya.
Anak Remaja versus Orang Tua
Anak remaja pada awalnya akan masih sedikit membawa cara yang dipakai pada masa kanak-kanak. Mereka mencoba melakukan sesuatau yang menarik perhatian orang tuanya untuk menadapatkan apa yang diingikannya, tetapi cara ini tidak akan selalu berhasil. Orang tua juga akan menilai bahwa mereka sudah tidak anak-anak kecil lagi. Namun respon ini ada yang membuat anak-anak melakukan sesuatu yang ekstrem. Menanggapi ini orang tua pun juga kadang tidak memilih untuk mencoba mengerti keadaan anak. Ia justru berangkat dari posisi mereka sebagai orang tua yang selalu harus dihormati. Memang benar anak harus hormat kepada orang tua. Orang tua juga harus mengikuti perkembangan diri anak, baik rohani dan jasmani mereka. Sehingga tidak akan ada pertentangan antara anak dan orang tua.
Mengapa pemuda Tono memberontak
Kasus yang dialami oleh tono ini merupakan kasus yang terjadi akibat orang tua yang memaksakan kepada anaknya untuk melakukan semua peraturan yang dibuat oleh orang tuanya. Dari kisah ini, dapat diambil sebuah pelajaran bahwa anak itu harus juga dilibatkan dalam mengambil atau membuat peraturan. Anak juga harus mengerti arah peraturan itu dengan baik. Kebiasaan orang tua yang mengambil posisi diatas ini kadang membuat anak-anak yang masih berjiwa muda akan merasa diremehkan. Perasaan inilah yang akhirnya yang akan menimbulkan pembereontakan.
Pengaruh emosi Ibu
Anak yang dibesarkan oleh seorang ibu yang memiliki temperamen yang labil ternyata akan memebrikan pengaruh kepada anak-anaknya. Kepada anak-anak yang demikian mereka harus mendapatkan pelajaran tentang bagaimana mereka lepas dari sifat yang seperti itu. Anak-anak ini harus diajak untuk bisa membawa anak ini mengenali dan menuliskan apa yang membuatnya menjadi marah. Kemudian anak-anak ini harus mengerti mengapa mereka bisa menjadi marah. Mereka ahrus bisa memahami supayan mereka dapat di bimbing untuk berpikir secara dewasa, sehingga bisa memecahkan persoalan itu dengan secara rasional.
Remaja yang merokok, tanda kedewasaan
Anak remaja banyak yang menjadi perokok, mereka berawal dari mencoba, meskipun pada awalnya akan terasa tidak enak. Dengan merokok ini ternyata anak remaja ini ingin memeprlihatkan bahwa mereka sudah dewasa. Mereka hanya berusaha menyesuaikan dengan lingkungan, meskipun mereka tidak tahu mengapa mereka merokok. Anak remaja juga mempunyai alasan, supaya dengan mereka merokok kelompok akan bisa menerima mereka. Dalam kelompok mereka akan menrasa gengsi jika mereka tidak merokok. Tetapi ada juga anak remaja yang merokok karena emosi akibat tekanan yang diterima baik orang tua atau lingkungannya. Sehingga dengan kebiasaan mereka merokok ini membuat mereka menjadi sangat ketagihan dengan rokok ini.
Stres dan Anak Remaja
Anak remaja memiliki permasalahan dan tingkat kesulitan dalam menangani setiap masalah yang ada. Semakin besar anak juga akan mendapat tekanan dari orang tuanya. Hal ini membuat anak-anak akan merasa semakin stress. Ketika anak remaja sering dimarahi, ini akan membuat anak menjadi merasa stress. Bagaimana seharusnya memahami anak remajanya?  Orang tua harus bisa memahami apa yang dialami oleh anaknya. Mereka harus melihat bagaimana persoalan yang dihadapi anaknya. Orang tua juga harus bisa memahami anaknya, mereka harus diberi kesempatan untuk mengtaasi masalahnya. Tetapi orang tua juga ahrus berperan dan melihat tindakan apa yang akan diambil dari persoalan yang dihadapi anak remajanya.


Pengaruh tabiat dan sikap
Seorang anak akan dengan mudah memepelajari sifat dan sikap yeng sering dilakukan oleh orang tuanya. Oleh karena itu, orang tua harus memberikan pengajaran kepada anaknya sejak dari usia dini. Karena dalam mengajar sikap dan tabiat anak ini akan lebih efeien jika dilakukan sejak dini. Anak-anak akan belajar sejak kecil, sikap orang tua ini akan sangat memberikan pengaruh kepada anaknya.
Dialog dan Perasaan Remaja
Dialog merupakan percakapan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. Anak remaja ini juga memiliki kebutuhan yang sama. Anak remaja perlu di mengerti oleh orang tuanya. Orang tua harus tanggap dengan apa yang sedang terjadi dalam diri anak remaja. Ketika anak remaja mengalami persoalan, orang tua harus memahami anaknya dengan cara mengajaknya berbicara dengan hati. Orang tua harus melihat apa yang sedang terjadi dengan anak remajanya. Ketika mereka mengalami persoalan, permasalahan orang tua harus mencoba mengjaknya untuk berbicara, tetapi orang tua juga harus bisa memegang kepercayaan yang diberikan oleh anaknya. Ketika kepercayaan itu hilang anaknya maka komunikasi itu kan berhenti.
Perlukah membicarakan soal seks?
Sangat perlu orang tua berbicara soal seks terhadap anaknya. Meskipun ada orang yang tidak setuju. Tetapi anak-anak remaja sebenarnya memerlukan pengertian tentang seks ini. Ketika anak remaja mengalami perubahan yang terjadi, orang tua seharusnya memberikan pengertian tentang seks. Sehingga anak remaja akan dengan mudah melewati masa pancaroba yang terjadi dalam dirinya. Anak remaja juga akan mengerti bagaimana mereka harus memperlakukan seks itu sehingga mereka tidak jatuh kedalam dosa.
Menghadapi perilaku seks yang menyimpang.
Perilaku seks sekarang ini sudah sangat dan sering terjadi. Perlakuan seks yang menyimpang ini biasa terjadi karena adanya perlakuan yang berlebihan dan bertujuan untuk merendahkan seseorang. Sentuhan orang tua biasa dilakukan untuk menunjukkan kasih sayang dan perlindungan kepada anaknya. Akan tetapi sentuhan yang dilakukan dengan adanya nafsu dari orang tua itu sudah melebihi dan menyalahi aturan dan sentuhan dalam kasih sayang. Penyimpangan ini bisa terjadi karena adanya dorongan seks yang berlebihan dan tidak dapat dikendalikan. Akibat yang paling parah terjadi dalam remaja putri. Mereka akan merasa malu dengan sesama remaja yang ada disekitarnya. Orang tua sering memperlakukan penenkanan kepada anak yang mengalami perilaku seks yang menyimpang dalam keluarga. Sehingga keluarga itu harus bisa mengatasi permasalahan seks ini dan membicarakan kepada orang yang bisa mengatasi persoalan ini.
Korban perkosaan dan sikap Orang Tua.
Dalam menghadapi anak korban perkosaan, sebagai orang tua juga harus cerdik untuk bisa menanganinya. Orang tua haru memahami apa yang sedang terjadi dengan anaknya. Sangat tidak dianjurkan bagi orang tua memarahi anaknya. Anak remaja yang mengalami ini harus di bimbing untuk memiliki rasa kepercayaan diri kembali. Mereka membutuhkan pemahaman dari seorang yang ahli dalam hal ini. Orang tua harus sabar ketika mendengarkan apa yang disampaikan oleh anaknya. Perlu dihargai apa yang telah disampaikan oleh anaknya. Ini merupakan sebuah keberanian yang besar. Untuk berikutnya orang tua memiliki peranan yang penting yaitu memberikan pengertian kepada anaknya untuk bisa menghindari korban perkosaan.
Anak ditengah-tengah orang tua yang terpisah
Seorang anak tidak bisa memilih orang tua yang akan melahirkannya. Karena itu anak hanya bisa menerima orang tua dengan segala keadaannya. Anak-anak yang berada dalam lingkungan keluarga yang rusak akan bisa mengakibatkan anak menjadi stres. Biasanya anak yang berada dalam keluarga yang rusak ini akan cenderung untuk tidak peduli. Tetapi ditengah keadaan ini, seorang anak juga bisa berpikir untuk menjadi berprestasi. Tetapi untuk anak yang dalam keluarga seperti ini juga mengalami tekanan. Orang tua harus bisa mengerti anaknya, memahaminya, mengikutsertakan dalam mengambil sebuah keputusan. Orang tua harus bisa membuka cara pandang anaknya sehingga mereka bisa berjuang untuk menjadi lebih anak yang berprestasi.
Orang tua Tiri dan Remaja
Pada hakikatnya pembentukan keluarga adalah untuk kebahagiaan. Akan tetapi, perpisahan bisa menjadi permasalahan yang besar dalam sebuah keluarga. Trauma yang mendalam bisa membuat trauma yang mendalam bagi keluarga. Orang tua yang berpisah, baik itu berpisah karena perceraian ataupun karena meninggal dunia. Orang tua yang kemudian menikah lagi harus memperhatikan anak-anaknya. Mereka harus diberikan pemahaman terhadap orang tuanya yang baru. Mereka harus benar-benar memahami keadaan orang tua baru mereka. Orang tua pun harus bisa menyesuaikan dengan lingkungan yang baru. Sebagai orang tua tiri mereka harus bisa mengambil tanggung jawab yang lebih besar karena mereka harus siap menghadapi perlawanan dari anaknya. 
Membangun keharmonisan dengan remaja
Keharmonisan dalam sebuah keluarga bersama anak remaja bisa dilakukan. Orang tua tidak harus selalu menghabiskan waktu yang sangat banyak dengan anak remajanya. Anak remaja memiliki kesibukan dan dunianya sendiri. Di tengah-tengah kesibukan ini orang tua harus bisa mengambil waktu buat anak remajanya. Komunikasi tetap sangat penting guna menjalin keakraban dengan mereka. Kepercayaan orang tua terhadap anak remaja pasti akan sangat diharagai oleh anak remaja. Mereka akan sangat senang dengan adanya kepercayaan dari orang tua mereka. Anak remaja akan senang dengan cara berpikir yang logis. Mereka tidak lagi mau diperlakukan sebagai anak yang kecil sehingga mereka akan berpikir dengan cara kehidupan yang mandiri. Anak remaja akan senang dengan kerjasama atau jejaring yang baik. Mereka senang berkumpul dan berkelompok-kelompok dan itu menjadi sebuah kebahagiaan bagi mereka.
Sebuah Rumah Bagi Kaum Remaja
Bagi remaja rumah merupakan sebuah tempat yang teduh bagi mereka. Suasana rumah yang diidamkan oelh remaja adalah asebuah keluarga yang harmonis. Kasih sayang sangat dibutuhkan oleh remaja dalam sebuah keluarga. Anak remaja memiliki banyak pertanyaan yang timbul dalam dirinya. Disini orang tua harus bisa memberikan setiap jawaban yang tepat mengenai anak remajanya. Jawaban yang tepat akan menghindarkan kesenjangan yang terjadi dalam keluarganya. Rumah adalah tempat awalmula anak remaja belajar. Dari orang tua mereka bisa belajar mengasihi sesama mereka dan anak remaja akan banyak mengambil pelajaran dari orang tua mereka. Pelajaran yang diambil oleh anak remaja bukan hanya bagaimana kehidupan keluarga mereka, tetapi juga masalah kehidupan rohani mereka.
Orang tua yang sabar
Kesabaran adalah bentuk orang tua dalam mendidik anak mereka. Kesabaran itu mencerminkan orang tua yang memiliki kasih sayang yang dapat dipelajari oleh anak remaja. Dengan melihat cara orang tua mereka yang sabar anak-anak akan bisa bersikap yang arif dalam kehidupan mereka. Sikap ini menjadi buah yang baik dalam kehidupan keluarga dan anak remaja di luar. Anak remaja akan bisa menjadi anak yang baik dan peka terhadap keadilan. Mereka akan bertindak untuk bisa menciptakan suasana yang adil diantara sesama mereka.
Manfaat bagi pelayanan pemuda remaja di gereja lokal.
Buku ini memberikan pelajaran yang berharga. Bagaimana bisa melakukan pendekatan kepada pemuda dan remaja di gereja lokal. Buku ini juga memberikan kasus-kasus kasus yang ada dalam gereja lokal saat ini. Selain itu buku ini juga memberikan solusi yang baik, karena dalam buku ini tidak hanya membahas apa yang harus dilakukan oleh seorang pemuda remaja tetapi juga bagaimana sikap orang tua terhadap pemuda remaja. Sehingga buku ini juga bisa mengajarkan kepada orang tua untuk menghadapi pemuda remajanya. Buku ini sangat menolong dalam pelayanan pemuda remaja di gereja lokal ini. Buku ini juga memberikan saran yang baik, untuk menghadapi kasus yang terjadi dalam dunia pemuda remaja. Buku ini juga menyarankan membawa kepada para ahli yang bisa menangani permasalahan tertentu dalam pemuda remaja.
Manfaat bagi Pelayanan Mahasiswa/i yang membaca.
Bagi mahasiswa yang membaca buku ini akan banyak melihat sebuah cerita dinamika kehidupan pemuda remaja yang ada. Bahkan buku ini juga memakai kasus-kasus yang masih sering terjadi dalam dunia sekarang ini. Buku ini memberitahukan bagaimana ciri-ciri kehidupan pemuda remaja. Permasalahan-permasalahan yang dihadapinya. Buku ini juga menjelaskan ciri-ciri dari pemuda remaja yang mengalami persoalan atau masalah. Sehingga buku ini memberikan pengertian kepada mahasiswa untuk bisa memahami setiap orang yang sedang mengalami persoalan itu dengan melihat ciri-ciri mereka. Buku ini juga menjelaskan bagaimana menghadapi pemuda remaja. Pemuda remaja sangat perlu dilibatkan dalam sebuah acara, perlu adanya perhatian kepada mereka dan mengahargai mereka. Pemuda remaja akan sangat senang bila mereka bisa hidup bersama dengan komuitas mereka. Buku ini memberikan pemahaman kepada mahasiswa terhadap pemuda remaja.

Tuesday, 3 April 2018

Laporan Baca Buku : Santiaji Pancasila

NAMA                        : Riris Salindri Pramasti
NIM                            : 17923
TUGAS                       : Laporan Membaca Buku
JUDUL BUKU                : Santiaji Pancasila
PENULIS                        :                                                                    
1.      Prof. M. Darji Darmodiharjo, S.H.
2.      Prof. M. Mardojo, SH.
3.      Prof. Mr. A.G. Pringgodigdo
4.      Prof. Mr. Kuntjoro Purbopranoto
5.      Dr. Nyoman Dekker, S.H.
6.      J.W. Sulandra, SH.
PENERBIT                     : Usaha Nasional Jln. Praban No. 55
                                           Telp. 031-44215-471580 Telex 34158
                                           KANDA ia Surabaya – Indonesia
COVER                           : A. Supratiknyo
PENCETAK                   : “Usana Offset Printing”
                                           Surabaya - Indonesia
TAHUN PENERBITAN           : 1991
CETAKAN KE                          : 10
ISI                                     :


1)      Cover
2)      Kata Pengantar
3)      Daftar Isi
4)      8 Bab
5)      320 Halaman
6)      Lampiran-lampiran
7)      Daftar Pustaka



LAPORAN BACA   :

ORIENTASI SINGKAT PANCASILA
Tujuan kita mempelajari Pancasila adalah untuk mengetahui bagaimana Pancasila yang benar. Pancasila yang benar yakni, Pancasila yang dapat dipertanggungjawabkan, baik secara yuridis konstitusional maupun secara objektif - ilmiah.Pancasila berarti 5 dasar atau lima asas, adalah nama dasar negara kita, negara Republik Indonesia. Ada dua pengertian Pancasila, yaitu Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia dan Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. Adapun bunyi dan ikhtisar dari Pancasila adalah sebagai berikut;
1.      Ketuhanan Yang Maha Esa
a.       Percaya dan takwa kepada Tuhan sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
b.      Saling menghormati, menghargai dan bekerjasama antara penganut agama atau kepercayaan yang berbeda-beda.
c.       Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadat sesuai dengan agama dan kepercayaannya.
d.      Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain.
2.      Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
a.       Mengakui adanya persamaan derajat, serta hak dan kewajiban antara sesama manusia.
b.      Saling mencintai antara sesama umat manusia.
c.       Mengembangkan sikap tenggang rasa.
d.      Tidak semena - mena terhadap orang lain.
e.       Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
f.       Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
g.      Berani membela kebenaran dan keadilan.
h.      Antara kehidupan bermasyarakat diimbangi dengan sikap hormat dan bekerjasama dengan bangsa lain.
3.      Persatuan Indonesia
a.       Menempatkan persatuan, kesatuan, kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan.
b.      Rela berkorban untk kepentingan bangsa dan negara.
c.       Cinta bangsa dan tanah air.
d.      Memiliki rasa bangga terhadap bangsa Indonesia.
e.       Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa, yang berdasarkan Bhineka Tunggal Ika.
4.      Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.
a.       Mengutamakan kepentingan negara dan bermasyarakat.
b.      Tidak memasakan kehendak kepada orang lain.
c.       Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
d.      Musyawarah untuk mufakat.
5.      Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
a.       Bersikap adil.
b.      Menghormati hakorang lain.
c.       Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
d.      Memberi pertolongan kepada orang lain.
e.       Tidak bergaya hidup mewah dan tidak boros.
f.       Suka bekerja keras.
g.      Menghargai hasil karya orang lain.
h.      Bersama dalam usaha mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.
Pengamalan Pancasila sebagai dasar negara dapat dilakukan dengan cara melaksanakan pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam pembukaan UUD 1945 seperti, Mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, melakukan musyawarah,  menghargai keputusan beragama dan kepercayaan orang lain, mewujudkan negara anti penjajahan atau penindasan.
            Pancasila bukan hanya dibuat untuk menjadi pedoman tanpa harus melakukan sesuatu untuk melindunginya. Terdapat dua garis besar pengamanan Pancasila dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu;
§  Preventif, yaitu usaha pengamanan Pancasila yang dilakukan secara pencegahan. Usaha yang dilakukan adalah dengan meningkatkan pengertian, pemahaman, dan penghayatan tentang pancasila melalui sarana pendidikan, penerangan, santiaji, dan lain-lain.
§  Represif, merupakan usaha pengamanan Pancasila yang bersifat penindakan. Hal-hal yang dapat dilakukan dalam usaha penindakan antara lain, menindak pelanggar hukum dan melarang paham/ideologi yang menentang Pancasila.
Pancasila menegaskan bahwa bangsa Indonesia yang adil mengandung pengertian bahwa Indonesia adalah negara yang berdaulat. Artinya, bangsa Indonesia berdiri di atas kemampuan, kekuatan dan kekuasaan sendiri. Dan diantara anggota masyarakat di Indonesia memiliki kesamaan derajat,dan memiliki kesamaan nilai dalam sosial dan nilai kehormatan. Di dalam nilai ketatanegaraan pergaulan terjalin atas dasar saling menghormati.
Pengertian pancasila jika dipandang dari sudut pandang yang lain, Pancasila adalah suatu kebulatan. Artinya, sila - sila dalam Pancasila merupakan rangkaian kesatuan yang bulat sehingga tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Hal ini tercermin pada cara penulisannya bukan panca sila melainkan pancasila.
Pancasila juga berhubungan dengan ketatanegaraan. Pada dasarnya, suatu negara dapat terbentuk apabila memiliki tiga unsur pokok yang objektif bagi pengertian negara, yakni wilayah, rakyat, dan kekuasaan. Negara memiliki dasar pokok dalam kenegaraan itu sendiri. Yang menjadi sumber adalah adanya norma-norma pokok yang menjadi fundamen negara itu sendiri dalam sistem hukum dasar yang disebut konstitusi atau undang-undang dasar. Pokok dasar kemasyarakatan merupakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Keadilan sosial disini bukan hanya berbicara mengenai kehidupan yang bersifat material saja, melainkan juga hal-hal yang menyangkut kehidupan kerohanian dan spiritual. Hingga pada akhirnya, sifat adil itu hendaknya ditujukan bukan hanya kepada kalangan rakyat sendiri, tetapi juga ditujukan kepada bangsa manapun.
Pancasila juga memiliki hak asasi yang terkandung di dalamnya. Yang paling utama dinyatakan dalam rumusan ayat 1 pembukaan UUD tentang hak kemerdekaan yang dimiliki oleh segala bangsa di dunia. Oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan peri keadilan. Pasal 27 ayat (1) UUD 1945 menetapkan bahwa segala warga negara wajib menjunjung hukum dan pemerintahan tanpa terkecuali. Ayat (2) menetapkan bahwa setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.
TENTANG HAK-HAK ASASI MANUSIA
A.    Istilah dan Pengertian
Hak manusia jika diterjemahkan dalam bahasa Inggris adalah “Human Right”. Dan apabila dalam bahasa Belanda adalah “Menset Rechten”. Jika diterjemahkan secara secara wajar, istilah tersebut memiliki arti hak yang melekat pada martabat manusia sebagai insan ciptaan Allah yang Maha Esa. Hak - hak yang tercangkup didalamnya seperti, hak hidup, keselamatan, kebebasan, dan ha katas sebuah kesamaan. Dimana hak-hak itu bersifat tidak boleh dilanggar oleh siapapun.
B. Perkembangan Pemikiran
Pada dasarnya manusia memiliki istilah yatu State of Nature. Yang berarti kehidupan seolah-olah di dalam alam rimba raya. Hal ini memiliki makna bahwa manusia akan selalu dalam keadaan keadaan bertengkar dan saling berebutan untuk memenuhi kepentingan masing-masing. Namun sejatinya, manusia telah memiliki hak-hak dasar perseorangan, dalam keadaan hidup bersama yang lebih maju atau dalam keadaan yang disebut dengan Status Cilvis. Hak-hak dari setiap warga negara itu wajib dilindungi oleh negara.

Yang berlaku sekarang adalah, manusia telah memiliki hak yang telah diakui secara hukum. Dalam hal ini berarti, setiap hak yang melekat pada kodrat hidup manusia secara hakiki harus mendapat perlindungan dari negara. Fungsinya adalah meletakkan manusia sebagai anggota satu masyarakat manusia. Hak asasi manusia adalah kebebasan dan merupakan asasi universal. Manusia memiliki kebebasan untuk memiliki pekerjaan, pendidikan, dan hak untuk hidup sebagai manusia.




HAK ASASI MANUSIA DALAM KONSTITUSI NEGARA
Dalam UUD 1945 dijelaskan bahwa hak setiap warga negara adalah terlepas dari segala macam bentuk penjajahan. Setiap warga negara Indonesia berhak untuk memiliki hasrat dalam membangun bangsa yang demokratis yang menjalankan keadilan sosial dan kemanusiaan bagi setiap masyarakat. Hal ini berhubungan dengan pokok pikiran terhadap Pancasila. Masyarakat indonesia juga memiliki hak untuk bebas menyampaikan pendapat, bebas untuk mengikuti keanggotaan dalam organisasi serta kebebasan dari rasa takut. Kesimpulannya, setiap hak yang dimiliki oleh setiap warga negara memiliki kaitan dengan kewajiban mereka sebagai warga negara.

PEDOMAN PENGHAYATAN DAN PENGAMALAN PANCASILA
( EKAPRASETIA PANCAKARSA )
Sesungguhnya sejarah telah mengungkapkan bahwa Pancasila merupakan jiwa yang memberi kekuatan hidup, serta pembimbing bagi bangsa Indonesia untuk mengejar kehidupan yang lebih baik. Pancasila telah sah dan diterima untuk menjadi dasar bagi negara Indonesia seperti ada tertulis dalam UUD 1945. Bahkan bukan hanya itu, Pancasila juga merupakan kepribadian serta pandangan hidup bangsa. Sehingga tidak ada satupun yang dapat memisahkan kehidupan bangsa Indonesia dari nilai-nilai Pancasila. Dari hal ini, dapat kita ketahui bahwa usaha nyata serta penghayatan untuk melestarikan Pancasila memang perlu dilakukan oleh seluruh penduduk negara. Penghayatan tersebut tertuang melalui lewat cerminan suara hati yang berjiwa Pancasila dengan gelora semangat yang terus menerus dengan kaitannya memajukan bangsa.
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, yaitu bahwa hak asasi manusia membawa kewajiban tersendiri bagi setiap warga negara. Maka, berikut ini adalah pedoman kewajiban warga negara yang harus dipenuhi oleh masyarakat Indonesia dalam peranan menghayati dan mengamalkan Pancasila;

1)      Sila Ketuhanan yang Maha Esa
·         Sila ini mengarah pada kewajiban masing-masing warga negara untuk memiliki sikap percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan yang dianutnya. Sikap saling menghormati antara para pemeluk agama juga dituntut dalam sila yang pertama ini. kebebasan yang dimaksud bisa berupa kebebasan dalam melaksanakan ibadah, dan tidak memaksakan kehendak suatu agama atau kepercayaan kepada orang lain.
2)      Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
·         Dengan adanya sila ini, menjadikansetiap manusiadiperlakukan sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai mahkluk ciptaan Tuhan yang Maha Esa. Tanpa membedakan suku, keturunan, agama, kulit, jenis kelamin, kedudukan, dan lain sebagainya. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, mencintai sesama dan sikap saling memnghargai bukan hanya antara sesama penduduk bangsa, namun juga dengan bangsa-bangsa lain.
3)      Sila Persatuan Indonesia
·         Sila ini menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan bangsa berada di atas kepentingan pribadi atau golongan. Itu artinya, sila ini menanamkan sikap rela berkorban dan rasa cinta tanah air pada setiap individu dalam masyarakat. Persatuan ini, dikembangkan atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.
4)      Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan / Perwakilan.
·         Dengan sila ini, manusia Indonesia memiliki hak dan kedudukan serta kewajiban yang sama antara yang satu dengan yang lainnya. Dalam menggunakan haknya, tentunya kepentingan negara dan masyarakat harus didahulukan. Artinya, sebelum mengambil sebuah keputusan yang menyangkut kepentingan bersama, hendaknya diadakan musyawarah. Manusia Indonesia adalah pribadi yang menghormati hasil dari musyawarah. Dalam melaksanakan permusyawaratan,kepercayaan diberikan kepada wakil-wakil yang dipercayainya.

5)      Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
·         Dengan adanya sia ini, masyarakat Indonesia menyadari adanya hak dan kewajiban yang sama antara sesama masyarakat Indonesia dalam rangka mewujudkan keadilan sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Keadilan sosial ini dapat dikembangkan ketika antara seorang dengan yang lain saling menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban masing-masing pribadi. Sikap saling menolong serta gotong royong juga dipupuk dalam Pancasila sila yang kelima ini.
















KESIMPULAN
            Pancasila adalah pandangan hidup bangsa dan dasar negara Republik Indonesia. Kesadaran akan hal ini, akan membawa manusia-manusia Indonesia akan menjadikan Pancasila sebagai perjuangan yang utama dalam kehidupan kemasyarakatan dan kehidupan kenegaraan. Pengamalan Pancasila tidak dapat hanya dilakukan oleh beberapa orang atau golongan saja, melainkan harus dimulai dari setiap warga negara Indonesia. Hal ini akan menjadikan pengembangan Pancasila menjadi lebih baik di daerah pusat maupun daerah kecil di Indonesia. Dengan demikian, Pancasila akan mempunyai arti nyata bagi manusia Indonesia dalam hubungannya dengan kehidupan kemasyarakatan dan kenegaraan. Oleh sebab itu, usaha yang nyata, sungguh-sungguh dan terus menerus diperlukan dalam tujuan terlaksananya penghayatan dan mengamalan Pancasila.
Demikianlah masyarakat bangsa Indoensia menjamin kelestarian dan kelangsungan hidup negara Republik Indonesia yang merdeka, bersatu dan berkedaulatan rakyat berdasarkan Pancasila, yang dipenuhi dengan gelora semangat dalam membangun masyarakat Indonesia yang maju, sejahtera, adil, dan makmur.

PESAN DAN KESAN

            Setelah membaca buku ini, saya mengetahui bahwa sila–sila dalam Pancasila memiliki arti yang lebih dalam dari yang saya ketahui sebelumnya. Dimana didalam sila pertama sampai dengan sila kelima, masing-masing mengandung hak dan kewajiban tersendiri bagi setiap warga negara Republik Indonesia. Selain itu, manusia sebagai warga negara Indonesia juga memiliki hak dan kewajiban dalam peran sertanya dalam rangka usaha membela pertahanan negara. Selain daripada itu, hak-hak manusia sebagai warga negara juga diatur dan dipaparkan dalam intisari Pancasila. Dari hal-hal ini saya belajar untuk lebih lagi memahami mengenai hak dan kewajiban saya sebagai warga negara. Serta lebih lagi memahami makna dalam sila Pancasila yang sebenarnya. Bukan hanya sekedar menghafal bunyi sila–sila dalam pancasila, melainkan juga memahami arti atau maksud sebenarnya dari sila–sila dalam Pancasila.